AISI Optimistis Target Ekspor Motor Tahun Ini Bisa Tercapai

Kompas.com - 25/10/2019, 08:12 WIB
Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang. Youtube-Yamaha Motor Official ChannelProses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspor sepeda motor dari para produsen di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Selama periode Januari-September 2019, kenaikannya hingga 30 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Berdasarkan data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan ekspor hingga September 2019 mencapai 600.077 unit. Sedangkan pada periode yang sama di 2018, hanya mencapai 436.730 unit.

Melihat pertumbuhan besar tersebut, Ketua Bidang Komersil Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala, yakin target ekspor tahunan untuk roda dua bisa tercapai.

Baca juga: Ekspor Sepeda Motor Januari-Agustus 2019 Cetak Torehan Tertinggi

Sebelas hari Telkomsel IIMS 2019 penjualan motor mencapai 2.640 unit.Foto: Istimewa/Dyandra Sebelas hari Telkomsel IIMS 2019 penjualan motor mencapai 2.640 unit.

"Target kami untuk ekspor adalah 10 persen dari total penjualan nasional. Saat ini, sudah sekitar 11 persen dengan growth 40 persen dibanding tahun lalu. Lalu, di 2018 kontribusi ekspor juga hanya 9,8 persen ," katanya saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Adapun jumlah total ekspor periode 2018 selama Januari hingga Desember tercatat sebanyak 627.421 unit, dengan total penjualan domestik 6,383,108 unit.

"Hingga akhir tahun menurut saya ekspor akan tetap bertambah. Salah satu faktornya, karena produk kita memiliki kualitas baik sehingga diterima pasar internasional," ujar Sigit.

Baca juga: Sepeda Motor Listrik Dapat Banyak Insentif

Salah satu pabrik Honda di Vietnam.www.vov.vn Salah satu pabrik Honda di Vietnam.

Faktor lain yang melandasi keyakinan tersebut adalah terdapat perluasan negara tujuan ekspor kendaraan roda dua oleh para eksportir motor dari dalam negeri, membaiknya perkembangan ekonomi di negara-negara tujuan, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta tingginya produksi motor di dalam negeri.

"Tidak ketinggalan, yang paling penting adalah harga motor yang diekspor dari Indonesia cukup kompetitif di sana. Kami harap, situasi keuangan terus stabil sehingga suku bunga dapat bertahan," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X