Kompas.com - 29/07/2019, 08:02 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Dewasa ini, beberapa produsen otomotif di Indonesia nampak berlomba-lomba menghadirkan mobil berharga murah. Bukan mobil golongan Low Cost Green Car (LCGC), namun yang ditawarkan adalah mobil keluarga atau Low Multi Purpose Vehicle (LMPV).

Fenomena yang diprakarsai oleh produsen otomotif asal China, Wuling Motors ini tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat hasilnya. Mobil murah langsung menjadi serbuan warga Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (wholesales), tahun pertama Wuling Motors Indonesia (2017) berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 5.050 unit. Setahun setelahnya, 2018, penjualan langsung meningkat lebih dari tiga kali lipat yakni 17.002 unit.

Pada tahun yang sama pula Wuling mencatatkan sebagai salah satu 10 merek terlaris di Indonesia, mengalahkan Nissan.

Wuling Confero SKOMPAS.com/Ruly Wuling Confero S

Baca juga: Berburu Diskon Mobil Murah di GIIAS 2019

Tidak heran, langkah untuk memperkenalkan mobil murah ini diikuti beberapa produsen otomotif lain, khususnya para pemain baru seperti Renault. Merek asal Prancis itu dikabarkan bakal mengeluarkan mobil keluarga 7-penumpang yang harga jualnya tidak melebihi Rp 180 juta, Renault Triber.

Menanggapi hal ini, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menyatakan bahwa fenomena mobil murah ini cukup menarik. Sebab, yang disasar oleh produsen tersebut bukanlah segmen LCGC melainkan LMPV.

"Segmen paling besar di Indonesia sampai saat ini masih Multi Purpose Vehicle (MPV) yakni 43 persen dari total kendaraan, setengahnya dikuasai oleh LMPV. Tentu, tepat rasanya bila masuk ke pasar gemuk tersebut. Tapi, produsen harus mencari celah agar bisa bertanding dengan kompetitor, karena sangat padat," kata Soerjo di GIIAS 2019, Tangerang, Sabtu (27/7/2019).

"Maka, harus ada gimmick menarik mulai dari harga yang murah, warranty yang panjang, ditambahkan teknologi sederhana namun fungsional, sah-sah saja. Tapi menariknya, mereka tidak masuk ke LCGC (pertarungan sesama mobil murah)," lanjutnya.

MPV murah Renault Triber bisa dipesan dengan uang tanda jadi Rp 3 juta di GIIAS 2019.Ruly Kurniawan/KOMPAS.com MPV murah Renault Triber bisa dipesan dengan uang tanda jadi Rp 3 juta di GIIAS 2019.

Baca juga: Diam-diam, Wuling Segarkan Confero S

Tidak masuknya produsen tersebut ke segmen LCGC dan sedikit menyenggol pasar LMPV dinyatakan membuat golongan pasar baru di Indonesia. Yaitu, di antara LCGC dan LMPV yang sebagai patokannya menurut Soerjo adalah Toyota Avanza.

"Mereka (Wuling, Renault, dan lainnya) berhasil menemukan peluang di pasar baru. Jadi skemanya, orang yang baru berpindah dari motor ke mobil masuk ke LCGC, ketika ingin naik kelas, sebelum ke Avanza, masuk ke segmen mereka dahulu. Atau, bisa langsung naik ke Avanza dan sekelasnya (seperti Suzuki Ertiga, Daihatsu Xenia, sampai Honda Mobilio)," kata Soerjo.

Toyota Avanza ModifikasiKOMPAS.com/Setyo Toyota Avanza Modifikasi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.