Murid Rossi Gabung di Tim MotoGP asal Malaysia

Kompas.com - 14/08/2018, 08:02 WIB
Morbidelli digadang-gadang bakal menjadi penerus dari Valentino Rossi.Motorsport.com Morbidelli digadang-gadang bakal menjadi penerus dari Valentino Rossi.

SPIELBERG, KOMPAS.com - Managing Director Yamaha Factory Racing Lin Jarvis mengkonfirmasi jajaran pembalap untuk tim satelit SIC-run pada musim 2019. Keduanya adalah Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo.

Khusus Morbidelli, ia adalah pebalap asal Italia yang kini bergabung di tim Marc VDS Honda. Pebalap kelahiran 1994 yang merupakan Juara Dunia 2017 untuk kelas Moto2 ini merupakan jebolan VR-46 Riders Academy, sebuah sekolah balap yang dimiliki legenda hidup MotoGP sekaligus pebalap pabrikan Yamaha, Valentino Rossi.

Sedangkan SIC adalah tim satelit baru Yamaha. SIC merupakan kependekan dari Sepang International Circuit. Pasalnya tim ini memang dimiliki oleh pengelola sirkuit yang ada di Malaysia itu.

Baca juga: Cerita Bos SIC Soal Keputusan Pensiun Pedrosa

Valentino Rossi (kiri) dan Franco Morbidelli (kanan)
Automotonews.gr‏ Valentino Rossi (kiri) dan Franco Morbidelli (kanan)

Mengutip dari motogp.com, Senin (13/8/2018), pernyataan Jarvis disampaikan saat diwawancara reporter pitlane, Simon Crafar saat sesi pemanasan jelang GP Austria, Minggu (12/8/2018). Pada kesempatan tersebut, Jarvis ditanyakan mengenai peran pabrikan Yamaha dalam memilih pebalap untuk tim satelit. Jarvis mengatakan bahwa mereka tak punya hak untuk memilih. Walaupun keputusan yang diambil tim satelit tetap harus dilaporkan ke tim pabrikan.

"Mereka adalah Tim Independen. Tentu saja setiap pebalap yang mereka pilih harus disetujui oleh kami pada level dan kapasitas untuk mengendarai M1," kata Jarvis.

Baca juga: Rossi Balapan dengan Murid Sendiri di MotoGP 2018

Lin Jarvis dan Valentino Rossi.
MOTORCYCLENEWS.COM Lin Jarvis dan Valentino Rossi.

Jarvis menyatakan tak ragu dengan pilihan yang jatuh kepada Morbidelli. Ia menilai Morbidelli merupakan pebalap penuh talenta.

"Saya pikir dia akan melakukan yang lebih baik di M1 daripada yang dia lakukan tahun ini di Honda. Sehingga dalam kasus Franco tidak ada keraguan sama sekali dari awal," ucap Jarvis.

Sementara untuk pebalap kedua, Jarvis menilai bahwa Quartararo merupakan pebalap belia berbakat. Saat ini pebalap kelahiran 1999 asal Perancis itu masih bergabung di tim Moto2, Speed Up Racing.

Baca juga: Detail Tim Satelit Baru Yamaha-Petronas di MotoGP

"Dia kehilangan arah mungkin selama satu atau dua tahun. Tetapi dia menjanjikan lagi tahun ini. Saya pikir dia bisa menjadi salah satu pembalap yang sangat bagus pada masa depan," kata Jarvis.



Close Ads X