Saat Pemilik dan Sopirnya Tidak Paham Fitur Mercedes-Benz - Kompas.com

Saat Pemilik dan Sopirnya Tidak Paham Fitur Mercedes-Benz

Kompas.com - 17/05/2018, 04:35 WIB
Test drive Mercedes-Benz E350e.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Test drive Mercedes-Benz E350e.

JAKARTA, KOMPAS.com – Tidak semua konsumen Mercedes-Benz nyetir sendiri, sebagian dari mereka memilih pakai jasa sopir buat aktivitas sehari-hari. Dari situlah masalah muncul, karena tidak semua sopir bisa langsung paham soal fitur-fitur canggih dan kelengkapan modern yang tersedia.

Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) sebenarnya sudah rutin mengajari para sopir konsumen agar bisa lebih memahami dan memaksimalkan fitur yang ada. Meski begitu, diajari sekali biasanya belum cukup.

Richy Unsulangi, Product Expert MBDI, mengatakan, kendala utamanya bukan soal penjelasan teknis, tapi soal penggunaan bahasa Inggris pada fitur-fitur.

Baca juga: Mobil Hibrida Mercy Belum Homologasi

“Ini pengalaman saya selama ini, sopir diajari sekali dua kali belum bisa menangkap. Misalnya operating mode, kan tidak bisa di-bahasa Indonesia-kan. Lalu dia tanya ‘hybrid itu apa mas bahasa Indonesia-nya?’ Jadi yang dia tanya bukan teknis, tapi terjemahan bahasa Indonesia apa, masalahnya tidak semua istilah cocok di Indonesia-kan,” kata Richy, Selasa (8/5/2018).

Menurut Richy dia sering memberikan materi pelajaran buat para sopir konsumen, terutama untuk S-Class. Sebagian besar konsumen S-Class duduk di belakang sepanjang perjalanan, sopir yang ada di belakang kemudi.

“Kalau ngeyel sih enggak, cuma susah mengerti. Pertama mungkin dari pendidikan juga. Kedua, keinginan mereka untuk belajar itu susah, mereka tahunya cuma bawa. Mungkin yang di atas 45 tahun sudah malas utak-atik,” jelas Richy.

Proses pengemudian sendiri Mercedes-Benz S-Class.captured from YouTube Proses pengemudian sendiri Mercedes-Benz S-Class.

Sopir dan konsumen tidak paham

Richy bercerita, mungkin saking terlalu banyak atau terlalu canggih, ada satu momen di mana si pemilik dan sopir sama-sama tidak mengerti fitur yang ada di Mercedes-Benz.

“Yang begitu banyak juga. Pemilik telepon ke salesman, nah salesman telepon ke saya. Misalnya tanya, ‘bagaimana caranya memakai Apple Car Play’?” ucap Richy.

Meski banyak yang gagal paham sekali dijelaskan, ada juga sopir yang bisa langsung paham soal penjelasan fitur. Rata-rata mampu belajar sendiri dan sudah familiar dengan Mercedes-Benz.

“Ada, tapi sedikit. Mereka aktif dan cepat, tapi rata-rata bertanya sampai dua atau tiga kali,” jelas Richy.


Komentar
Close Ads X