Mobil Perlu Sesekali Dipakai Ngebut

Kompas.com - 19/03/2018, 19:42 WIB
Stabil saat diajak ngebut di jalan bebas hambatan KompasOtomotifStabil saat diajak ngebut di jalan bebas hambatan
Penulis Alsadad Rudi
|

Jakarta, KOMPAS.com - Memacu kendaraan dalam kecepeatan tinggi dinilai perlu sesekali digunakan para pemilik mobil. Tujuannya menghilangkan endapan karbon yang menumpuk di ruang pembakaran.

Dealer Techical Support Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menilai penumpukan endapan karbon bisa terjadi pada mobil yang terus menerus dipakai pelan. Contohnya seperti pengguna mobil di Jakarta.

Baca juga : Kenali Penyebab Mobil Mati Mendadak di Jalan

"Dengan kondisi jalan di Jakarta yang macet dan mobil hanya dijalankan pada rpm rendah dapat menyebabkan penumpukan karbon di ruang pembakaran mesin," kata Didi kepada Kompas.com, Minggu (18/3/2018).

Ilustrasi mesin mobil.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Ilustrasi mesin mobil.

Menurut Didi, masalah yang bisa muncul dari penumpukan endapan karbon adalah mesin brebet. Bila tak kunjung diatasi, pemilik bisa mengeluarkan biaya mahal untuk tune-up mesin.

Untuk itu, Didi menyarankan pemilik mobil untuk sesekali memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Tentu mengacu pada kecepatan maksimal peraturan lalu lintas dan sebaiknya dilakukan di jalan tol. Di jalan tol, kendaraan dapat dipacu pada kecepatan maksimal 100 kpj. 

"Tidak perlu tune-up berbiaya mahal. Cukup sekali-kali diajak ngebut untuk menghilangkan dan membakar karbon yang menumpuk," ujar Didi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X