Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mesin Mobil Sempat Ngelitik Selama Mudik, Periksa Kualitas Oli

Kompas.com - 21/04/2024, 19:11 WIB
Erwin Setiawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

KLATEN, KOMPAS.com - Gejala ngelitik terjadi akibat pembakaran tidak sempurna pada mesin internal combustion engine (ICE) lebih tepatnya waktu pembakaran terjadi lebih dini daripada yang seharusnya.

Sehingga, piston mendapatkan benturan tidak wajar saat bergerak ke titik mati atas akibat ledakan lebih dini dan akhirnya menimbulkan bunyi ketukan.

Pembakaran tidak sempurna akan cenderung terjadi bila mobil menenggak bensin kualitas rendah.

Dengan demikian ruang bakar menjadi lebih cepat kotor dan memicu terjadinya pembakaran sebelum busi memercikan bunga api.

Baca juga: Ganti Oli Mesin Mobil per 5.000 Km atau per 10.000 Km Sesuai Buku?

Cek volume oli mesin lewat dipstickTangkapan layar Cek volume oli mesin lewat dipstick

Selain bahan bakar, ternyata ngelitik bisa disebabkan oleh kualitas oli mesin menurun. Simak penjelasan ahli berikut ini!

Arif, Mekanik GK Auto Service Gunung Kidul mengatakan ketika kualitas oli mesin sudah menurun maka akan terjadi peningkatan suhu mesin, sehingga dampaknya bisa menimbulkan ngelitik.

“Ingat lagi peran oli mesin selain sebagai pelumas juga sebagai pendingin, nah ketika kualitasnya sudah turun maka pendinginan menjadi tidak optimal, sehinga suhu mesin cenderung naik,” ucap Arif kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Arif mengatakan, kenaikan suhu di mesin akan memicu terjadinya ngelitik sebagaimana hukum fisika mengatakan bahwa semakin tinggi kompresi berhubungan dengan naiknya suhu.

Baca juga: Habis Pakai Motor Buat Perjalanan Jauh, Sebaiknya Ganti Oli Mesin

oli mesin bisa berubah jadi lumpur bila sering telat digantiTangkapan layar oli mesin bisa berubah jadi lumpur bila sering telat diganti

“Seharusnya ketika suhu naik maka dibutuhkan BBM lebih tinggi oktannya seperti untuk mobil dengan spesifikasi mesin kompresi tinggi, kalau tidak maka ngelitik bisa terjadi,” ucap Arif.

Selain karena kenaikan suhu, Arif juga mengtatakan ngelitik bisa dipicu oleh sisa kotoran oli yang tidak tersapu secara optimal di ruang bakar.

“Bila kekentalan oli sudah tidak sesuai, terlebih lagi sudah berlumpur maka akan mengganggu kinerja ring piston dalam menyapu oli di dinding silinder, akibatnya ada sisa oli yang terbakar,” ucap Arif.

Baca juga: Perlukah Melakukan Flushing Setiap Ganti Oli Mesin Mobil?


Sisa oli tersebut, menurut Arif dapat membuat pembakaran terjadi sebelum busi memercikan bunga api sehingga terjadi suara ngelitik.

Sehingga, selain jadwal yang sudah ditentukan terkait waktu penggantian oli, suara mesin ngelitik juga bisa menjadi tanda bahwa pelumas mesin sudah minta ganti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com