Test Ducati Panigale Versi Jinak - Kompas.com

Test Ducati Panigale Versi Jinak

Kompas.com - 31/01/2018, 16:07 WIB
Ducati Supersport bisa disebut dengan Panigale versi jinakKompas.com - Adit, Ghulam Ducati Supersport bisa disebut dengan Panigale versi jinak

Jakarta, Kompas.com - Brand Ducati cukup identik dengan sportbike yang sarat performa mumpuni. Karakter galak saat berakselerasi merupakan identitas yang dipahami para penggemar motor besar.

Salah satu yang cukup dikenal adalah Panigale. Tapi, kali ini Kompas.com tidak membahas model tersebut melainkan versi entry level yang mengadopsi DNA Panigale.

Ya, model dimaksud adalah Ducati Supersport. Pabrikan asal Italia tersebut membangun Supersport dengan konsep sportbike yang nyaman dipakai untuk jalan-jalan akhir pekan, atau yang dikenal dengan sunday morning ride (Sunmori).

Paras Ducati Supersport terlihat lebih ramping dibanding PanigaleKompas.com - Adit, Ghulam Paras Ducati Supersport terlihat lebih ramping dibanding Panigale

Bahkan bagi yang doyang berpetualang bisa juga dipakai untuk bepergian jauh.

[Baca juga : Ducati Khawatir Kehilangan Dovizioso]

Karakter sportbike

Memang agak sulit membayangkan sebuah sportbike ber-fairing yang diklaim nyaman untuk touring. Secara tampilan dan karakter agak bersebrangan. Tapi tahan dulu asumsi Anda karena Ducati kali ini benar-benar memberikan hal yang beda.

Meski mengadopsi desain mirip Panigale, Supersport punya rancang bangun yang dibuat untuk kenyamanan pengendaranya. Hal tersebut langsung ditemukan ketika awak redaksi duduk di atas jok Supersport

Tangki Ducati Supersport serupa dengan model MonsterKompas.com - Adit, Ghulam Tangki Ducati Supersport serupa dengan model Monster

Bentuk tangki menyerupai model Monster dan posisi setang yang tidak terlalu rendah. Desain tersebut memungkinkan pengendara dengan postur tinggi 170 cm, mengendarai dalam posisi tidak terlalu menunduk.

Jadi tumpuan berat saat berkendara tidak terlalu membebani sehingga meminimalisir efek kelelahan pada biker. Bahkan body Supersport yang berdimensi moderat ini tidak terlalu menyusahkan ketika terjebak di kemacetan alias masih bisa selap selip.

[Baca juga : Ducati Panigale V4, Motor Paling “Menarik” di EICMA 2017]

Posisi berkendara Ducati Supersport didesain nyaman untuk kebutuhan touringKompas.com - Adit, Ghulam Posisi berkendara Ducati Supersport didesain nyaman untuk kebutuhan touring

Kaku

Karakter sportbike pada Supersport ini memang sedikit bikin kagok saat bermanuver pada tikungan tanggung. Beberapa kalangan memang menganggap karakter sportbike terasa agak susah belok mirip kondisi understeer.

Jadi untuk bermanuver dengan mantap dan nyaman ala sportbike butuh jam terbang yang tinggi. Motor harus benar-benar dipeluk dan memperhatikan sudut rebah serta pengaturan bukaan gas harus presisi.

Karakter Ducati Supersport cukup lincah untuk manuverKompas.com - Adit, Ghulam Karakter Ducati Supersport cukup lincah untuk manuver

Lantas, bagaimana soal tenaga dan performanya? Tunggu artikel selanjutnya...


EditorAris F Harvenda

Close Ads X