Kompas.com - 21/12/2017, 08:22 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Bologna, KompasOtomotif – Sejak ditinggal oleh Casey Stoner, belum ada lagi pebalap penerus yang bisa membawa Ducati ke posisi puncak, bahkan dengan Valentino Rossi sekalipun. Namun, musim ini hampir saja Andrea Dovizioso berhasil pecahkan telur, tapi sayangnya gagal dan menempati posisi runner-up.

Ducati juga kemudian menaruh harapan besar pada Jorge Lorenzo, untuk bisa memberikan gelar yang sudah lama dinanti sejak 2007 lalu. Namun, satu tahun berjalan Lorenzo masih belum memberikan apa-apa, dirinya baru menyumbang posisi ketujuh, atau terburuk sepanjang karirnya di MotoGP.

Membandingkan dengan Stoner, Jorge Lorenzo disebut-sebut punya insting yang tidak sebaik Casey Stoner menurut kru tim Ducati, Cristian Gabarrini. Engineer asal Italia tersebut bekerja sama dengan Stoner pada 2007 dan 2011, dan ikut juga beralih dari Ducati ke Honda.

Saat Stoner pensiun di penghujung 2012 Gabarrini masih tetap di Honda dan bekerja sama dengan Jack Miller di skuad Marc VDS, sebelum kembali ke Ducati tahun ini untuk menjadi pemimpin kru Lorenzo.

"Semua orang mengatakan kepada saya bahwa bekerja dengan Jorge akan sangat sulit, tapi itu tidak benar. Jika Anda menjelaskan kepadanya apa yang sedang terjadi, dia mendengarkan alasannya, meskipun dia mungkin setuju atau tidak setuju,” ujar Gabarrini mengutip Motorsport.com, Rabu (20/12/2017).

Baca juga : Berbeda dengan Lorenzo, Vinales Tetap Hormati Rossi

Pebalap penguji Ducati asal Australia, Casey Stoner, mengancingkan bajunya sebelum turun pada tes pramusim pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, Selasa (2/2/2016).MOHD RASFAN/AFP PHOTO Pebalap penguji Ducati asal Australia, Casey Stoner, mengancingkan bajunya sebelum turun pada tes pramusim pertama di Sirkuit Sepang, Malaysia, Selasa (2/2/2016).

Membandingkan Lorenzo dan Stoner, Gabarrini nambahkan, keduanya serupa dalam hal bakat. Mereka berdua terlahir pebalap sepeda motor, tapi mereka berbeda dalam karakter dan melakukan pendekatan pada pekerjaan mereka.

"Casey adalah pembalap berinsting, dia hanya butuh beberapa kali tikungan untuk memahami sesuatu dan tidak cenderung melakukan banyak putaran. Jorge kurang menggunakan instingnya, dan lebih mengandalkan metode kerjanya,” tutur Gabarrini.

Gabarrini menambahkan, kalau di awal musimnya bersama Ducati, Lorenzo terasa lamban karena dirinya masih beradaptasi dan mencari pengalaman di garasi yang penuh tekanan.

“Beberapa saat, kedatangan Jorge membuat kami terasa tertekan, apalagi hasilnya tidak banyak positif. Namun itu adalah bagian dari pekerjaan kami, dan kami juga harus membebaskan pebalap dari tekanan tersebut," ujar Gabarrini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.