Kemenhub Ultimatum PO Bus yang Masih "Nakal"

Kompas.com - 02/02/2017, 14:32 WIB
Pengemudi bus AKAP menjalani tes urin di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2016). Nibras Nada NailufarPengemudi bus AKAP menjalani tes urin di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2016).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Kementerian (Kemnhub) Perhubungan mulai tegas menindak perusahaan otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP), yang tak mengindahkan Surat Edaran Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 358/1.811, tentang Pemindahan Operasional Bus Antar Kota Antra Provinsi (AKAP) Jurusan Jawa Tengah dan Timur, ke Pulogebang.

Beberapa langkah sudah dijalankan, mulai dari imbauan, sampai teguran. Bahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto, tidak segan membekukan izin trayek PO yang masih nakal.

"Kemarin kami sudah bilang batasnya sampai tanggal 28 Januari 2017. Bila sampai saat ini masih ada PO Bus yang bandel beroperasi di terminal bayangan, saat ketahuan langsung kami bekukan izin trayeknya. Beberapa sudah ada yang kami tindak, untuk jelasnya bisa tanya ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)," ucap Pudji saat dihubungi KompasOtomotif, Rabu (1/2/217).

Dari waktu yang ditentukan (28/1/2017), lanjut Pudji, sebenarnya masih ada toleransi beberapa hari ke depan. Tapi setelah batas toleransi habis, maka akan ada upaya menindak keras yang ketahuan demi efek jera, sekaligus memberikan pelajaran bagi PO Bus lain.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menjelaskan meski ada peningkatan PO bus dari 50 jadi 70 di Terminal Pulogebang, namun hal tersebut belum maksimal. Masih ada 50 PO yang belum melakukan pengoperasian dari total 120 PO yang mengantongi izi operasi di Pulogebang.

Kompas.com/Robertus Belarminus Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Rabu (3/6/2015)

"Saya merasa dari 50 PO ke 70 belum prestasi, kalau 115 PO baru prestasi, kita harus lakukan lebih baik," ucap Budi yang dikutip dari Kompas.com, Minggu (29/1/2017).

Menhub memberikan batas toleransi hingga 5 Februari 2017 kepada 50 PO yang belum beroperasi di Pulogebang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain untuk menghilangkan terminal bayangan yang kerap membuat kemacetan, regulasi pemusatan PO Bus di terminal Pulogebang sebenarnya dilakukan guna memudahkan masyarakat.

Nantinya, ada tiga terminal yang dipisah berdasarkan jurusan masing-masing. Kampung Rambutan untuk bus AKAP lintas Selatan Pulau Jawa, Pulogebang untuk rute Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali dan Lombok, serta Rawabuaya untuk jurusan Sumatera.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.