Yamaha Minta Perkara Kartel Dihentikan

Kompas.com - 27/07/2016, 17:53 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Tanggapan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) satu per satu menentang penguat dugaan kartel yang dimiliki Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Pihak YIMM menilai tidak melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat, bukti yang diajukan KPPU tidak sah, dan kartel tidak mungkin terjadi dari pandangan perekonomian.

Dalam materi tanggapan yang disampaikan Executive Vice President YIMM Dyonisius Beti kepada KPPU, Selasa (27/7/2016), menerangkan, unsur perjanjian sebagai syarat Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 5 Ayat 1 yang dituduhkan KPPU tidak terpenuhi. Artinya YIMM tidak melakukan pelanggaran.

Sebelumnya Dyonisius menjelaskan tidak ada perjanjian karena pihak KPPU tidak menerangkan Honda telah menerima komunikasi dari YIMM tentang pengaturan harga sepeda motor.

Baca : Ini Bocoran Surel Berbau Kartel dari Manajemen Yamaha

istimewa Honda Vario 125 eSP Vs Yamaha Aerox 125LC.
Dari penjelasan lewat pandangan perekonomian, kenaikan harga produk matik 110 – 125 cc Honda dan Yamaha tidak berjalan pararel sebab dikatakan masing-masing produsen punya strategi.

Baca : Yamaha Anggap Bukti Dugaan Kartel Tidak Sah

Hal lain yang diungkap, KPPU salah menghitung laba padahal sudah mendapat data keuangan dari YIMM. Investigator beranggapan kenaikan untung YIMM pada 2014 sebesar 47,4 persen dibanding 2013. Dyonisius mengatakan sebenarnya laba bersih perusahaan pada 2014 hanya naik 3,8 persen.

Baca: KPPU Salah Hitung Laba Yamaha

“Seluruh indikator ekonomi menunjukan bahwa Yamaha dan Honda terjadi persaingan yang sangat tajam dan ini membuktikan sama sekali tidak ada kartel,” ucap Dyonisius.

YIMM juga menyampaikan KPPU melakukan pelanggaran karena membeberkan data perusahaan lewat presentasi pada sidang pemeriksaan pendahuluan pertama pada 19 Juli 2016.

“Kami memohon dihentikannya pemeriksaan pendahuluan dalam perkara ini dan tidak dilanjutkan ke tahap pemeriksaan lanjutan,” ujar Dyonisius.

Baca juga :
Yamaha Buka-bukaan Hitungan Harga Mio
Harga Motor Kemahalan? Ini Sanggahan Yamaha

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.