Hubungan Antara Macet, Joki, dan "3 in 1"

Kompas.com - 06/04/2016, 09:31 WIB
Satpol PP menggelandang perempuan yang berprofesi sebagai joki three in one  di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYASatpol PP menggelandang perempuan yang berprofesi sebagai joki three in one di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Awalnya pada 2003, tujuan diberlakukan aturan 3 in 1 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan protokol di Ibu Kota. Namun, sekarang sedang dilakukan uji coba penghapusan, pertimbangannya apakah kebijakan tersebut masih efektif atau tidak.

Faktor lainnya adalah banyak joki yang menawarkan jasa menumpang hingga melewati kawasan tertentu. Bahkan, dampak negatif lainnya sampai terjadinya penyewaan bayi atau joki di bawa umur.

Menaggapi hal itu, Kombes Pol Unggul Sedyantoro, Analis Kebijakan Madya Bidang Dikmas Korlantas Polri, mengatakan, keberadaan joki dan (regulasi) 3 in 1 tidak bisa dipisahkan. Sebab, keduanya memiliki keterkaitan yang hubungan erat.

“Adanya joki itu juga karena ada permintaan dari pengemudi mobil yang akan melintas di jalur 3 in 1. Alasan lainnya, karena ada permintaan maka banyak yang menjadikan joki sebagai mata pencaharian,” ujar Unggul saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (5/4/2016) malam.

Lanjut Unggul, keduanya tidak bisa dipisahkan. Kecuali, tidak ada permintaan dari para pengguna mobil di Ibu Kota, otomatis keberadaan joki menjadi punah.

“Kalau kita lakukan razia memang tidak aka nada, tetapi lihat seminggu kemudian mereka akan muncul lagi. Karena hubungannya erat sekali. Saling menguntungkan bagi keduanya yang satu untung bisa selamat tidak ditilang polisi karena berpenumpang lebih dari dua orang, yang satunya untung karena mendapatkan uang,” ungkap Unggul.

KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA Beberapa joki "three in one" tengah menawarkan jasanya kepada pengendara mobil di jam pulang kerja di Jalan Kusuma Atmadja, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014) sore.

Beberapa ruas jalan yang diterapkan aturan 3 in 1, yakni Sisingamangaraja, Jenderal Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, Gatot Subroto, hingga Gerbang Pemuda, serta persimpangan jalan HR Rasuna Said.

Mobil yang melewati jalan tersebut harus memiliki penumpang lebih daru dua orang dan berlaku satu hari dua kali, yakni pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.30-19.00 WIB, kecuali hari libur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X