Tes BMW Gran Tourer [1]

Mengeksplor Produk Fenomenal BMW di Segmen Baru

Kompas.com - 30/12/2015, 17:38 WIB
Gran Tourer jadi andalan BMW Indonesia di segmen MPV mewah KompasOtomotif - Aris F HarvendaGran Tourer jadi andalan BMW Indonesia di segmen MPV mewah
|
EditorAgung Kurniawan
Jakarta, KompasOtomotif - Kehadiran Gran Tourer memang menjadi fenomena untuk BMW. Betapa tidak, mobihl bergenre multi purpose vehicle (MPV) yang diluncurkan di Indonesia pada GIIAS 2015, Agustus lalu, menjadi produk yang cukup revolusioner.

Predikat revolusioner melekat karena produk ini masuk dalam segmen yang belum pernah dijamah oleh BMW sebelumnya, yaitu MPV. Alasan kedua, adalah sistem gerak yang menggunakan roda depan. Maka tak pelak Gran Tourer jadi sorotan baik di global maupun Tanah Air.

KompasOtomotif - Aris F Harvenda Gran Tourer punya desain kompak dan mengadopsi unsur sporty khas BMW
Desain

Secara penampilan, siapapun yang melihat bisa langsung mengidentifikasi kalau mobil ini keluaran BMW. Ciri tersebut tergambar dari desain gril dan bonet. Otomatis kesan sporty masih cukup kental terpancar dari sosoknya yang kompak dan praktis.

Dimensi tergolong kompak dengan ukuran panjang 4.556 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.608 mm, dan jarak sumbu roda 2.780 mm. Jika mau dibandingkan, ukuran tersebut masih sedikit lebih kecil dari Innova generasi terbaru.

KompasOtomotif - Aris F Harvenda Jok baris ketiga Gran Tourer hanya untuk anak-anak
Kapasitas

Gran Tourer dan Active Tourer merupakan dua MPV perdana yang pernah dijual BMW. Menggunakan basis yang sama, dibedakan kapasitas penumpang dan dimensi yang sedikit "mengembang". Jika Active Tourer hanya mengakomodasi lima orang, Gran Tourer bisa sampai tujuh penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun baris ketiga hanya bisa dinikmati oleh anak-anak berusia 10 tahun dengan tinggi maksimal 120 cm. Sebab ruang yang disediakan tidak selapang baris kedua dan jok yang dipasang terkesan seperti opsional.

Ruang

Kendati demikian, ruang kaki bisa disesuaikan karena dapat berbagi dengan baris kedua. Jok tengah bisa diatur maju mundur sesuai kebutuhan. Meski harus berbagi, ruang kaki baris kedua cukup lapang.

KompasOtomotif - Aris F Harvenda Bagasi tambahan yang lapang pada BMW Gran Tourer bisa didapat jika jok baris ketiga dilipat
Volume kabin yang lega juga bisa dirasakan pada ruang kemudi. Pengaturan jok sangat fleksibel dengan pengoperasian mode elektrik, baik untuk pengemudi maupun penumpang depan. Hanya saja untuk pengaturan sandaran pada jok tengah tidak seperti model biasa karena tidak memakai model tuas melainkan anyaman kain.

Poin plus yang sangat terasa adalah ruang kepala yang sangat lapang. Dengan posisi jok pengemudi terendah, jarak kepala (ukuran dewasa tinggi 175 cm) dengan plafon hampir 15 cm atau sekitar sejengkal tangan pria dewasa.

Mau tahu eksplorasi sisi lain BMW Gran Tourer? Tunggu ulasan KompasOtomotif selanjutnya... (Bersambung)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.