Tes BMW Gran Tourer [2]

Jangan Sepelekan Mesin 3 Silinder pada MPV Ini

Kompas.com - 31/12/2015, 13:07 WIB
MPV 7-penumpang BMW Seri 2 Gran Tourer resmi diperkenalkan, Rabu (11/2/2015). BMW BlogMPV 7-penumpang BMW Seri 2 Gran Tourer resmi diperkenalkan, Rabu (11/2/2015).
EditorAris F Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Punya body besar dan mampu mengangkut 7 penumpang seperti ulasan artikel sebelumnya, bukan halangan bagi BMW untuk membenamkan mesin kecil buat Gran Tourer. MPV kompak tersebut menggendong mesin 3 silinder dengan kapasitas 1.5L.

[Baca juga : Mengeksplor Produk Fenomenal BMW di Segmen Baru]

Namun jangan pernah sepelakan laju produk fenomenal dari produsen asal Jerman tersebut. Pasalnya, ragam teknologi terkini sudah disusupi pada jantung pacu agar lebih kompetitif dan punya tenaga hingga 136 tk (hampir setara Innova bensin).

Senjata pertama yang dimiliki adalah variabel katup ganda yang diperkenalkan BMW dengan nama double Vanos. Komponen tersebut mampu megatur asupan bensin, udara dan juga pengapian sesuai dengan penggunaan, baik untuk kebutuhan efisiensi maupun performa.

Tambahan tenaga juga diperoleh dari rumah keong (turbocharger) yang bekerja secara simultan mulai dari 1.250 rpm. Efeknya semburan tenaga yang disuplai tak begitu menyebabkan entakkan.

KompasOtomotif - Aris F Harvenda BMW Gran Tourer menggunakan mesin 3 silinder berkapasitas 1.5L
Pengaturan

Karakter mesin pun bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Di dasbor tengah bagian bawah ada kontrol pengaturan mode tenaga, eco, normal dan juga sport.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika menggunakan mode eco, di panel meter bagian bawah ada indikator yang menginformasikan penggunaan bahan bakar riil. Plus arahan tekanan pedal gas untuk mendapatkan gaya mengemudi yang efisien.

Selain itu, efisiensi juga bisa diperoleh dari teknologi start/stop engine. Mesin akan otomatis mati saat kendaraan berhenti usai melaju dalam keadaan tuas transmisi di posisi D.

Teknologi ini sangat bermanfaat untuk digunakan di lalulintas perkotaan yang macet. Meski mesin mati semua sistem kelistrikan tetap berfungsi seperti AC dan audio.

Beradasarkan tes penggunaan bahan bakar kombinasi jalan dalam dan luar kota, tercatat di MID 10,1 kpl. Kondisi tersebut didapat dengan menggunakan mode eco.

KompasOtomotif - Aris F Harvenda Terdapat pengaturan mode pengendalian di dasbor tengah bagian bawah
Sport

Jika ingin ngebut, ada mode sport yang bisa memberikan sensasi tenaga yang responsif. Bukan hanya penyaluran tenaga yang cepat, perpindahan gigi yang dihasilkan oleh transmisi sekuensial steptronic 6 percepatan, disesuaikan agar mobil bisa melaju lebih cepat.

Klaim BMW menyebutkan bahwa untuk akselerasi 0 - 100 kpj Gran Tourer membutuhkan waktu 9,5 detik. Kecepatan maksimum yang bisa dicapai 203.

Lantas bagaimana pengendalian dan performa suspensi Gran Tourer? Nantikan artikel lanjutan khas redaksi KompasOtomotif... (Bersambung)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.