Salin Artikel

Rem Blong, Truk Ini Terhindar dari Kecelakaan Berkat Jalur Penyelamat

BREBES, KOMPAS.com - Belum lama ini, tepatnya pada Kamis (7/10/2021), terjadi peristiwa rem blong yang dialami oleh truk kontainer di jalur fly over (FO) Kretek, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Beruntung, pengemudi truk tersebut dapat mengarahkan truknya menuju jalur penyelamat sehingga kecelakaan dapat dihindari.

Jalur penyelamat memang jadi salah satu fasilitas yang wajib ada di setiap jalur umum dengan elevasi jalan naik turun. Jalur penyelamat berfungsi sebagai emergency safety area yang dapat menghentikan laju kendaraan dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Standarnya, jalur penyelamat harus memiliki dasar permukaan berupa kerikil (gravel) dan pasir. Sebab kedua material tersebut mampu menahan laju kendaraan dengan efektif. 

Pada ujung jalur penyelamat wajib diberi bantalan untuk meredam benturan. Pemanfaatan tumpukan ban adalah salah satu contoh bantalan tersebut.

Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, menjelaskan bahwa pantang bagi pengemudi truk menggunakan gigi perseneling 3 bahkan lebih saat sedang melalui jalan menurun.

"Tidak ada di dalam kamus, bahwa untuk menuruni tanjakan seperti di fly over Kretek pakai gigi 3. Untuk turunan tajam sebaiknya pengemudi menggunakan gigi 1 lalu mengaktifkan exhaust brake," ujar Bambang kepada Kompas.com, Minggu (17/7/2021).

"Jadi selama menuruni turunan, kaki harus free, bebas dari kerjaan tidak boleh menginjak pedal apapun. Hanya sesekali saja menginjak pedal rem itu pun jika rpm (putaran mesin) naik hampir menyentuh batas merah," katanya melanjutkan.

Ia menekankan bahwa pengemudi harus selalu ingat dan paham, saat sudah melewati rambu peringatan akan memasuki jalur menurun, pengemudi wajib segera mengoper transmisi ke gigi 1.

Perkara sistem pengereman dan keselamatan pada truk kontainer, Bambang mengatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan truk biasa.

"Sebenarnya sama saja, ada selang rem dari tractor head yang tersambung ke ekor. Jadi (sistem rem) sama saja, cuma tekanan anginnya diperpanjang melalui selang dari kepala ke ekor," kata Bambang.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/17/150200815/rem-blong-truk-ini-terhindar-dari-kecelakaan-berkat-jalur-penyelamat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.