Update Terkini Industri Kendaraan Listrik di Negara Tetangga - Kompas.com

Update Terkini Industri Kendaraan Listrik di Negara Tetangga

Kompas.com - 31/01/2018, 09:42 WIB
Toyota Concept-i, kendaraan listrik yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence) yang dipajang di Tokyo Motor Show 2017.Nikkei Toyota Concept-i, kendaraan listrik yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence) yang dipajang di Tokyo Motor Show 2017.


Bangkok, KOMPAS.com
– Melanjutkan pembahasan soal persiapan pengembangan industri kendaraan hibrida dan listrik di Indonesia, tahapannya masih pada berbagai persiapan, belum langkah konkret. Padahal, memulai era kendaraan listrik dibutuhkan komitmen tinggi sehingga bisa tercipta masyarakat yang sadar pada teknologi yang relatif baru teraplikasi dalam keseharian.

Kalau melihat negara-negara tetangga yang sebelumnya sudah dibahas rencana pengembangan dan kebijakan, kali ini pembahasan KOMPAS.com, membeberkan capaian apa yang sudah dilakukan.

Thailand

Sebagai negara dengan kekuatan industri otomotif terbesar di ASEAN, Thailand sudah melakukan gerakan pasti. Edukasi dan pembebasan pasar, mengarah pada investasi pengembangan kendaraan hibrida dan listrik di negara ini. Berikut beberapa fakta yang sudah berhasil diraih Thailand:

- Pada 2016-2017, memperkenalkan 20 bus listrik publik, mengimpor 5.000 unit mobil listrik dengan kebijakan pembebasan pajak. Kebijakan ini mengarah pada edukasi masyarakat yang harus paham dulu soal teknologi kendaraan listrik sebelum mau beralih menjadi konsumen. Sudah meresmikan 100 titik pengisian baterai (charging station) dengan standar industri otomotif di seluruh Thailand.

- Pengumuman investasi oleh BMW dan Mercedes-Benz untuk memproduksi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

- Nissan mulai mengimpor Leaf, mobil listrik murninya untuk dijual ke konsumen di Thailand, memanfaatkan insentif pajak yang diberikan.

Baca juga : ?Spek? Mobil Listrik yang Dipamerkan Dahlan Iskan ke Jokowi

Dahlan Iskan Pamerkan mobil listrik Selo kepada JokowiKOMPAS.com/Achmad Faizal Dahlan Iskan Pamerkan mobil listrik Selo kepada Jokowi

Malaysia

Persiapan yang dilakukan pemerintah Malaysia juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Keseriusan diperlihatkan dengan apa yang sudah mereka capai, sampai saat ini, yaitu:

- Menyiapkan total 300 pusat pengisian baterai (EV Charger) pada 2017.

- Melakukan kerja sama strategis dengan Tesla Motor, dengan mengimpor 100 unit Tesla ke Malaysia, demi meningkatkan awarness masyarakat Malaysia terhadap kendaraan listrik.

- Berbagai mobil berteknologi listrik murni mulai meluncurkan model-model andalannya, seperti Mitsubishi i-MiEV, Nissan Leaf, dan BAIC EV200. Meskipun, belum ada penjualan signifikan sejauh ini.

India

- Total tercatat sudah 4,5 juta unit sepeda motor listrik terjual di India dalam delapan tahun terakhir. Tapi, pasar di India masih belum menerima sepenuhnya dengan produk kendaraan berteknogi listrik dan mobil hibrida.

- Tata Motors, produsen otomotif lokal, memenangkan tender pemerintah untuk memasok 10.000 unit mobil listrik.

- Hyundai Motor tengah mempertimbangkan mau merakit secara lokal mobil listriknya di India, pada 2019.

- Manindra&Mahindra, mengumumkan telah menyiapkan dana 600 crore setara Rp 1,2 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik di India.

- Toyota dan Suzuki mengumumkan kerja sama untuk mendorong penembangan mobil listrik di India.

Baca juga : Persaingan Mobil Listrik di Pasar Global

Total terdapat 10 unit Ha:mo yang beroperasi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand. auto.mthai.com Total terdapat 10 unit Ha:mo yang beroperasi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand.

Dari beberapa langkah yang dilakukan negara-negara tetangga ini, diharapkan pemerintah Indonesia mampu menciptakan kondisi yang ideal demi target  Peraturan Presiden No 22 Tahun 2017, tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Pemerintah Indonesia menargetkan pengembangan kendaraan bertenaga listrik atau hybrid pada 2025, akan mencapai populasi 2.200 unit untuk mobil dan 2,1 juta unit sepeda motor. Jika, tidak dimulai dari sekarang, maka akan sulit bagi Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara tetangga dalam urusan industri kendaraan berteknologi listrik.


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X