Egoisme Selalu Mengancam di Jalan Raya - Kompas.com

Egoisme Selalu Mengancam di Jalan Raya

Kompas.com - 22/01/2018, 08:42 WIB
Peserta turing Yamaha All New Soul GT 125 saat berkendara menuju Jember, Jawa Timur, Kamis (9/4/2015). Turing di hari ke-6 rute Batu-Jember ini berjarak sekitar 200 kilometer dan diselesaikan peserta dengan waktu 10 jam.KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Peserta turing Yamaha All New Soul GT 125 saat berkendara menuju Jember, Jawa Timur, Kamis (9/4/2015). Turing di hari ke-6 rute Batu-Jember ini berjarak sekitar 200 kilometer dan diselesaikan peserta dengan waktu 10 jam.

Jakarta, KOMPAS.com - Masih banyak pengendara sepeda motor atau mobil yang belum paham tentang tata tertib berkendara yang sesuai aturan. Alhasil, timbul rasa saling egois dan paling fatal bisa membuat kecelakaan lalu lintas.

Menurut Edo Rusyanto, Pemerhati Keselamatan Lalu Lintas Jalan, setiap pengendara wajib bertindak adil, dan berprikemanusiaan ketika di jalan raya. Paling penting, selalu menggunakan akal sehat.

"Esensi manusia yang beradab selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani. Bila berkendara kehilangan dua hal itu kita menjadi liat, tidak toleran, bahkan tidak berprikemanusiaan," ujar Edo kepada Kompas.com akhir pekan lalu.

Jangan karena emosi di jalan, lanjut Edo akan sehat pun menjadi hilang. Bertengkar atau bertensi tinggi tidak dapat menyelesaikan persoalan, justru bisa menambah permasalahan yang ada.

Baca juga: Begini Cerita Kecelakaan Harley-Davidson vs Mazda CX-5 yang Viral

"Jika sudah tidak punya akan sehat, sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk," kata dia.

Tur komunitas Mercedes Jip Indonesia di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.Dokumentasi MJI Tur komunitas Mercedes Jip Indonesia di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.

Setiap hari, kata Edo berdasarkan data dari polisi rata-rata terjadi 23.000 pelanggaran aturan di jalan raya. Apabila peraturan dilanggar seenaknya, maka akan berujung pada keterpurukan, dan sama sekali tidak ada untungnya egois di jalan raya.

"Mayoritas dari kecelakaan yang terjadi dipicu oleh perilaku ugal-ugalan atau melanggar aturan lalu lintas," ucap Edo.


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X