Ini Posisi Riding Motor Sport yang Benar - Kompas.com

Ini Posisi Riding Motor Sport yang Benar

Kompas.com - 21/01/2018, 17:05 WIB
Ducati Experience Day di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/3/2014).Roderick A. Mozes Ducati Experience Day di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/3/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu ciri khas dari sepeda motor sport adalah bentuknya. Posisi tangki bahan bakar di depan pengedara dan jarak stang yang jauh dari jok membuat cara mengendarai jenis motor ini berbeda dari dua jenis motor lainnya, yakni motor bebek dan skutik.

Sebelum mengendarai motor ini maka bikers perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya kondisi motor dan kesiapan berkendara. Setelah dua faktor itu sudah siap, selanjutnya adalah mencari posisi nyaman saat duduk di jok motor.

Seperti diketahui bahwa salah satu hal yang sulit didapatkan ketika mengendarai motor sport adalah kenyamanan saat berkendara. Sebab, posisi badan agak menunduk. Namun demikian, faktor kenyamanan sangat penting supaya tubuh tidak terlalu capek dan tetap bisa berkonsentrasi penuh saat berkendara.

Baca juga : Yamaha P900 Diklaim Motor Voorijder Paling Gesit

Setelah mendapatkan riding position yang cukup nyaman, perhatikan juga bagian lengan. Ketika mengendarai motor, maka lengan harus sedikit menekuk.

Jusri pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, posisi lengan yang agak menekuk membantu rider mengontrol motor dalam keadaan darurat, misalnya ketika menghantam lubang atau pengereman mendadak.

"Karena tangan yang menekuk akan mengikuti rebound atau pantulan dari motor jika terjadi benturan saat melintas jalan berlubang," kata Jusri saat dihubungi, Minggu (21/1/2018).

Motor Besar Club “Safety Riding Course”Eki Razaki Motor Besar Club “Safety Riding Course”

Selain lengan yang menekuk, bobot dari tubuh juga harus lebih banyak bertumpu pada bagian belakang motor. Kemudian, kedua paha mengapit tangki bahan bakar.

Posisi seperti ini untuk mengantisipasi pergeseran riding position ketika terjadi pengereman mendadak. Selain itu, agar pengendara tidak terpental dari motor.

Baca juga : Ini Deretan Moge yang Dipakai Voorijder

IJusri menjelaskan, ketika terjadi pengereman mendadak, apalagi dalam kecepatan tinggi, maka dalam waktu cepat bobot akan berpindah ke bagian depan motor. Perpindahan bobot dalam waktu cepat ini cukup berbahaya karena bisa membuat motor sulit dikendalikan.

"Secara keseluruhan, (mengendarai motor sport) pergerakan pengendara tidak boleh terganggu. Pengendara harus mampu lakukan pergerakan ke kiri atau kanan," kata Jusri.


EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X