Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/01/2023, 14:01 WIB
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Air yang terdapat di dalam tangki bahan bakar suatu mobil tentu saja akan membuat performa mesin menjadi terganggu. Hal itu dikarenakan air tidak memiliki karakter yang sama dengan bahan bakar. Akhirnya tenaga mesin menjadi ngempos bahkan bisa pincang.

Di sisi lain, sering beredar kabar bahwa ditemukan air di dalam tangki bahan bakar pada suatu kendaraan khususnya mobil. Ada yang bilang, itu disebabkan karena kualitas bahan bakar yang tidak bagus.

Kendati demikian, tidak adakah kemungkinan lain yang menyebabkan air bisa masuk ke tangki bahan bakar suatu mobil?

Baca juga: Setiap Berhenti di Lampu Merah Posisi Transmisi Mobil Matik di D, Bikin Boros BBM?

Daftar lengkap harga BBM terbaru di SPBU Pertamina yang berlaku di seluruh provinsi per 15 Januari 2023KOMPAS.com/Nur Jamal Sha'id Daftar lengkap harga BBM terbaru di SPBU Pertamina yang berlaku di seluruh provinsi per 15 Januari 2023

Foreman Nissan Bintaro Ibrohim mengatakan, air yang ada di dalam tangki bahan bakar memang bisa disebabkan oleh kualitas bahan bakar itu sendiri, tapi faktor lain yang menyebabkan air masuk ke tangki juga ada.

“Banyak faktor yang menyebabkan ada air di dalam tangki bahan bakar, bisa memang bensin itu sendiri, tapi bila terdapat kerusakan pada komponen yang berhubungan dengan tangki juga bisa menyebabkan air masuk ke tangki bahan bakar,” ucap Ibrohim kepada Kompas.com, Sabtu (21/1/2023).

Dia mengatakan misal telah terjadi retakan di selang bahan bakar khususnya di leher pipa pengisiannya, itu bisa saja air masuk ketika mobil digunakan untuk menerobos genangan air.

Baca juga: Apakah Ada Efek Samping jika Sering Gonta-ganti Merek BBM?

Ilustrasi pengisian BBM. Dok. Pertamina Ilustrasi pengisian BBM.

“Selang bahan bakar yang sobek, tangki yang mulai lapuk, itu cenderung bisa kemasukan air bila mobil menerjang genangan air atau kebanjiran, jadi air bisa masuk lewat celah-celah sempit tersebut,” ucap Ibrohim.

Dia mengatakan faktor lainnya bisa dari saluran pernapasan tangki bahan bakar. Bila komponen ini pampat maka uap bensin di dalam tangki berpeluang mengalami pengembunan.

“Bila saluran pernapasan pada tangki bahan bakar suda tidak bagus, hal ini menyebabkan suhu di dalam tangki tidak sama dengan suhu di luar, akhirnya uap bensin lebih mudah mengalami kondensasi, atau pengembunan, itu bisa menimbulkan air di dalam tangki,” ucap Ibrohim.

Baca juga: Kenapa Saat Isi BBM Mesin Kendaraan Harus dalam Kondisi Mati?

Warga terpaksa membeli BBM non-subsidi pertamax akibat BBM bersubsidi Pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Depok, Jawa Barat kosong, Rabu (3/8/2022). Kuota BBM subsidi akan habis pada akhir tahun ini. Konsumsi BBM jenis Pertalite tahun ini diproyeksikan bakal mencapai 28 juta Kiloliter. Sementara kuota yang sudah ditetapkan pemerintah pada tahun ini hanya 23,05 juta Kiloliter, sehingga diprediksi hanya bertahan sampai September 2022.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Warga terpaksa membeli BBM non-subsidi pertamax akibat BBM bersubsidi Pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Depok, Jawa Barat kosong, Rabu (3/8/2022). Kuota BBM subsidi akan habis pada akhir tahun ini. Konsumsi BBM jenis Pertalite tahun ini diproyeksikan bakal mencapai 28 juta Kiloliter. Sementara kuota yang sudah ditetapkan pemerintah pada tahun ini hanya 23,05 juta Kiloliter, sehingga diprediksi hanya bertahan sampai September 2022.

Dia juga mengatakan ada komponen evap canister yang sebenarnya berfungsi sebagai penyerap air atau embun di dalam saluran pernapasan tangki bahan bakar.

“Bila evap canister ini sudah jelek, maka filter yang bertugas menyerap uap air atau embun di dalam saluran pernapasan tangki bahan bakar tidak akan bekerja dengan optimal, sehingga uap air akan mengembun dan tercampur dengan bahan bakar,” ucap Ibrohim.

Jadi, air yang ada di dalam tangki bahan bakar tidak hanya disebabkan oleh kualitas bahan bakar itu sendiri melainkan ada faktor lain yang membuat air terperangkap di dalamnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.