Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/01/2023, 17:12 WIB

KLATEN, KOMPAS.com - Sering kita melihat ada imbauan untuk mematikan mesin saat mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hampir semua pom bensin memberikan peringatan tersebut melalui stiker yang tertempel di area SPBU.

Namun, terkadang beberapa mobil tetap menghidupkan mesin saat mengisi BBM dan tidak terjadi masalah.

Sebenarnya, apa tujuan imbauan untuk mematikan mesin saat mengisi BBM?

Baca juga: Apa yang Terjadi bila Mobil Lawas Diisi BBM Oktan Tinggi

Daftar lengkap harga BBM terbaru di SPBU Pertamina yang berlaku di seluruh provinsi per 15 Januari 2023KOMPAS.com/Nur Jamal Sha'id Daftar lengkap harga BBM terbaru di SPBU Pertamina yang berlaku di seluruh provinsi per 15 Januari 2023

Foreman Nissan Bintaro Ibrohim mengatakan, saat mengisi bahan bakar khususnya bensin ada peluang terjadinya penguapan ketika nozzle mengalirkan bahan bakar ke dalam tangki, maka ada hukum kimia yang berlaku.

“Sebenarnya telah terjadi penguapan pada proses pengucuran bahan bakar dari nozzle ke tangki bahan bakar setiap kendaraan, jika dilihat dengan teliti uap bensin tersebut akan terlihat dengan mata,” ucap Ibrohim kepada Kompas.com, Minggu (15/1/2023).

Dia mengatakan ada teori ignitabilitas jika berbicara soal bahan bakar. Seperti bensin, memiliki ignitabilitas yang lebih tinggi daripada solar.

Baca juga: Fluktuasi Harga Picu Fenomena Campur BBM Oktan Rendah Dengan Tinggi

Ilustrasi pengisian BBM. Dok. Pertamina Ilustrasi pengisian BBM.

“Iginitabilitas adalah kemampuan bahan bakar untuk terbakar dengan cepat begitu ada api, untuk jenis bahan bakar bensin, maka semakin tinggi iginitabilitasnya maka semakin berkualitas, terkadang tidak harus menyentuh cairan bensin, jarak tertentu saja sudah bisa membuat bensin terbakar karena api” ucap Ibrohim.

Terkait imbauan di pom bensin untuk mematikan mesin saat mengisi bahan bakar, Ibrohim mengatakan sebagai wujud kewaspadaan saja.

“Bisa jadi, dengan mesin yang masih hidup dari knalpot masih mengandung api, bila hal ini menyambar uap bensin ketika mengisi bensin maka kebakaran besar bisa terjadi, dan itu akan menimbulkan kerugian yang teramat besar,” ucap Ibrohim.

Baca juga: Jenis BBM yang Paling Cocok untuk Mobil Pemakaian Dalam Kota?

ilustrasi pertalite.KOMPAS.com/STANLY RAVEL ilustrasi pertalite.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi. Dia mengatakan, itu sebagai wujud safety karena ketika mesin masih menyala ada aliran listrik yang masih bekerja.

“Saat mesin masih hidup, kelistrikan di mobil masih bekerja, itu berpotensi bisa membakar uap bensin yang ada di area pom bensin, jadi ini sifatnya sebagai pengaman saja,” ucap Didi kepada Kompas.com, Minggu (15/1/2023).

Dia mengatakan bensin sangat mudah terbakar bila berdekatan dengan api, sementara api bisa bersumber dari kelistrikan di mobil seperti untuk menyalakan busi dan sejenisnya.

Baca juga: Apakah Benar Pakai BBM Oktan Tinggi Bisa Tingkatkan Performa Mesin?

Angkutan Kota D10 mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite di SPBU di Depok, Senin (5/9/2022). Organda memastikan adanya kenaikan tarif angkutan umum imbas dari kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Angkutan Kota D10 mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite di SPBU di Depok, Senin (5/9/2022). Organda memastikan adanya kenaikan tarif angkutan umum imbas dari kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.

Jadi, mesin mobil memang harus dimatikan saat mengisi bahan bakar di pom bensin untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat uap bensin yang terbkar oleh faktir yang ada saat mesin masih dihidupkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.