Solusi agar Pengendara Tidak Copot Pelat Nomor Hindari ETLE

Kompas.com - 04/11/2022, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan untuk menarik surat tilang manual membawa masalah baru di jalan raya. Terjadi fenomena pelanggaran lalu lintas dengan sengaja melipat atau melepas pelat nomor.

Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, tujuan menghindari tangkapan E-TLE cukup memprihatinkan dan harus ditangani dengan serius oleh petugas pada bidangnya.

Baca juga: Sepasang Motor Listrik Taktis dari Len Industri Siap Gas

"Pembiaran terhadap pelanggaran tersebut bisa memicu kejadian di wilayah lain, di luar Probolinggo. Berikan cara-cara shock therapy dengan cara-cara tidak melanggar hukum," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (4/11/2022).

Massa aksi sopir taksi online yang menggelar demo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu (21/9/2022), menutupi nomor polisi (nopol) mobil yang dibawa.KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi Massa aksi sopir taksi online yang menggelar demo di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu (21/9/2022), menutupi nomor polisi (nopol) mobil yang dibawa.

Budiyanto mengatakan, untuk menghindari orang melepas pelat nomor menghindari tilang ETLE, petugas polisi di lapangan bisa menggunakan Pasal 36 ayat 2 dan 3, Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 tentang pemeriksaan kendaraan bermotor.

"Perbuatan pengendara tidak memasang atau melipat pelat nomer supaya tidak terekam CCTV E-TLE merupakan pelanggaran lalu lintas," kata dia.

Budiyanto menambahkan, melepas atau melipat pelat nomor merupakan tindakan pidana seperti diatur dalam ketentuan Pidana Undang-Undang lalu lintas dan angkutan jalan Pasal 280.

Baca juga: Polisi Pakai Fitur Pengenalan Wajah untuk Tilang Pengendara Tanpa Pelat

Petugas Satlantas Polres Tuban dengan kendaraan patroli lalu lintas saat melakukan Apel Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 di Mapolres Tuban. Senin (13/6/2022KOMPAS.COM/HUMAS POLRES TUBAN Petugas Satlantas Polres Tuban dengan kendaraan patroli lalu lintas saat melakukan Apel Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 di Mapolres Tuban. Senin (13/6/2022

Ancamannya dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

"Bila ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam proses penegakan hukum supaya ranmor disita sampai ada putusan pengadilan (inkrah) untuk memberikan efek jera dan ditiru oleh pelanggar yang lain," kata dia.

"Penyitaan ranmor dalam perkara pelanggaran lalu lintas dengan modus tersebut di atas tidak melanggar undang-undang," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.