Kompas.com - 15/10/2022, 07:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Modifkasi biasa dilakukan untuk menyalurkan hobi sekaligus demi kepuasan hati. Tak jarang dari mereka yang mengeluarkan kocek hingga ratusan juta rupiah demi mendapatkan tampilan mobil sesuai dengan keinginan pemilik.

Misalnya, modifikasi yang dilakukan oleh pria bernama Jamin Ginting Suteja punya alasan unik lantaran menarik. Pria yang akrab disapa Gin ini terpaksa harus melakukan modifikasi ulang pada Honda Brio Satya kepunyaannya, karena alasan pahit.

Gin lantas menceritakan awal mula proses modifikasi pada mobil low cost green car (LCGC) besutan pabrikan Honda itu. Brio Satya merupakan mobil pertama, mendapat dorongan dari tren yang ada kala itu.

Baca juga: Pakai Kendaraan Listrik, Masyarakat Masih Khawatir Nyetrum dan Terbakar

“Saya putuskan untuk memiliki Honda Brio Satya yang dibeli tahun 2015,” ucap Gin kepada Kompas.com, Jumat (14/10/2022).

Modifikasi Honda Brio Satya Doc pribadi Jamin Ginting Suteja Modifikasi Honda Brio Satya
Setahun berjalan, Gin memutuskan untuk bergabung dengan sebuah komunitas mobil bernama Honda Brio Community (HBC). Awalnya, ia bergabung dengan komunitas tersebut untuk bertukar pikiran sesama pengguna Honda Brio.

Namun pada akhirnya, Gin tertarik untuk mulai modifikasi lantaran melihat teman komunitas yang sudah banyak memodifikasi Honda Brio.

Modifikasi pertama yang saya lakukan adalah mengganti pelek menjadi Ring 15 pada waktu itu menggunakan TE37, hingga berlanjut ke sektor sektor lainnya seperti bodykit, knalpot dan lain-lain,” kata dia.

Singkat cerita, pada tahun 2019 Gin berhasil memodifikasi mobil Honda Brio dengan konsep street racing look sesuai yang diimpikan olehnya.

Baca juga: Pasar Turun 24 Persen, Brio Satya Tetap Pertahankan Takhta LCGC

Modifikasi Honda Brio SatyaDoc pribadi Jamin Ginting Suteja Modifikasi Honda Brio Satya

Namun, pada awal 2020, Gin mengalami musibah. Mobil Honda Brio kesayangannya terendam banjir saat ia sedang pulang ke kampung halaman.

“Mobil Honda Brio saya yang sudah dimodifikasi jadi menurut versi saya, terkena musibah terkena banjir sekitar setengah mobil (terendam) selama kurang lebih 3 malam 4 hari baru bisa evakuasi. Karena waktu itu memang sedang ditinggal pergi ke kampung dan memang pada waktu musibah banjir itu yang biasanya tidak banjir terkena banjir,” ucap Gin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.