Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakai Kendaraan Listrik, Masyarakat Masih Khawatir Nyetrum dan Terbakar

Kompas.com - 14/10/2022, 19:51 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kehadiran mobil listrik dipercaya bakal banyak beredar di Tanah Air cepat atau lambat. Meskipun saat ini masih banyak konsumen yang skeptis terhadap mobil ramah lingkungan ini.

Alhasil, terjadi salah kaprah dengan kemunculan mobil listrik. Paling sering didengar, mobil listrik bisa 'nyetrum' jika kebanjiran.

Muhammad Nur Yuniarto, akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November, mengatakan, keamanan mobil listrik jadi salah satu bagian yang dikaji para akademisi dalam upaya percepatan penerapan kebijakan kendaraan listrik.

Baca juga: Land Cruiser 78 dan 79 Jadi Mobil Operasional Freeport Indonesia

Mobil Tesla terendam banjir di JakartaPembaca Kompas.com Mobil Tesla terendam banjir di Jakarta

Termasuk di dalamnya mengenai respons dan penerimaan masyarakat terkait kehadiran kendaraan listrik di Tanah Air.

“Banyak orang mempertanyakan baterainya ini bisa nyetrum atau tidak, itu yang pertama,” ujar Nur, dilansir dari Webinar Upaya Percepatan Penerapan Kebijakan Kendaraan Listrik (14/10/2022).

“Kemudian baterai bisa terbakar atau tidak. Padahal kalau kita lihat, potensi kebakaran yang ada di baterai hampir sama dengan potensi kebakaran yang ada di mobil-mobil yang ada saat ini. Misalnya dengan adanya tangki bahan bakar dan sebagainya,” kata dia.

Baca juga: Mobil Listrik Sony dan Honda Siap Dipasarkan 2026

Menurutnya, kekhawatiran masyarakat menjadi tanggung jawab para ahli untuk bisa memberikan edukasi yang lebih baik.

“Ini yang perlu kita melakukan edukasi ke masyarakat, bahwa mobil listrik atau kendaraan listrik bisa didesain dengan aman sehingga tidak perlu adanya kekhawatiran,” ucap Nur.

“Apalagi kalau nanti sudah ada regulasi yang mengatur tentang bagaimana sistem safety itu dibuat di sektor kendaraan listrik,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.