Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/10/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Maraknya kasus pencurian motor membuat pemilik harus lebih waspada ketika parkir motor di lokasi yang tidak aman. Sebab dalam beberapa kasus, motor berteknologi keyless tipe tertentu justru menjadi incaran para maling.

Mudahnya para maling melancarkan aksinya disebabkan karena sistem kelistrikan keyless bawaan motor yang memang mudah dibobol.

Supriyanto, pemilik bengkel spesialis kelistrikan Abdigas Motor, mengatakan, ada dua solusi yang bisa dilakukan para pemilik untuk menambah proteksi motor.

Baca juga: Plus Minus Aturan STNK Diblokir Sampai Kendaraan Jadi Bodong

Peluncuran Honda PCX 150 di Mal Ciputra, Grogol, Sabtu (10/3/2018).KOMPAS.com / Aditya Maulana Peluncuran Honda PCX 150 di Mal Ciputra, Grogol, Sabtu (10/3/2018).

Pertama dengan mengganti satu set keyless dengan tipe keluaran baru, atau memberikan proteksi lewat rekayasa kelistrikan.

Menurut Supriyanto, sistem keyless Honda PCX 150 jadi yang paling rawan dibobol maling. Hal ini berlaku untuk semua model PCX 150, baik yang produksi lokal maupun CBU.

Ia pun menyarankan agar pemilik mengganti sistem keyless bawaan motor dengan satu set kepunyaan PCX 160 yang biasanya dijual Rp 2 jutaan.

Baca juga: Netizen Heboh Lubang Tangki Nissan Grand Livina Keropos

“Sistem keyless PCX 160 dipindah ke PCX 150 bisa, sama persis. Cuma dimensi coakannya nanti harus mengikuti, karena 150 lebih besar,” ujar Supriyanto, kepada Kompas.com (8/10/2022).

Selain mengganti satu set keyless bawaan pabrik, masih ada solusi yang lebih hemat, yakni memberikan proteksi lewat rekayasa kelistrikan.

“Jadi kalau memang mau ditambahkan (proteksi), bisa. Tapi dia harus paham kelistrikan. Karena dia bisa memberikan tingkat safety yang lebih, dan itu sangat aman,” ucap Supriyanto.

Baca juga: Ini Ruas Tol Termahal di Indonesia

Contoh plat pada kunci keylessZulfana K. Rijal Contoh plat pada kunci keyless

Sebagai contoh, proteksi bisa dilakukan dengan memberikan ‘jalur tambahan’. Misal dalam kondisi standar, komponen SCU bakal membaca remote, sebelum menyalakan fuel pump.

“Nah dia dipotong lagi, misalnya di standar samping, supaya dia enggak hidup, itu dikasih jalur tambahan. Itu jauh lebih aman,” kata Supriyanto.

“Biaya sekitar Rp 200.000, butuh relay, udah itu saja sih. Proses pengerjaan 1 sampai 2 jam. Kalau keyless-nya sendiri, kalau konsumen pakai Vario 150, itu perlu ditambahin pelor starter di kenopnya,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.