Kompas.com - 04/09/2022, 17:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diprediksi sejumlah pihak bisa berdampak luas, salah satunya pada harga jual mobil bekas

Pasalnya, tingkat mobilitas harian diperkirakan menurun, atau para pekerja bermigrasi menggunakan moda transportasi umum atau yang lebih murah. 

Seperti diketahui, peminat mobil bekas kebanyakan para pekerja formal. Alasannya, menggunakan mobil pribadi dinilai lebih nyaman dan praktis. 

Lantas bagaimana nasib penjualan mobil bekas?

Baca juga: Mobil Bekas Rp 200 Jutaan di Semarang, dari Camry Sampai Pajero

Alfiyan Pemilik Showroom Anugrah Mobil di Area Carsentro Semarang mengatakan, belum bisa memprediksi penjualan pasca-naiknya harga BBM. Namun, dia optimis penjualan per bulan tetap stabil.  

Mobil Bekas di MPMXdok.MPMX Mobil Bekas di MPMX

"Belum bisa diprediksi apakah penjualan menurun, normal, atau naik. Kalau sekarang tren penjualan masih bagus," ucap Alfiyan, kepada Kompas.com, Minggu (4/9/2022). 

Tren penjualan mobil seken saat ini diklaim cukup baik. Rata-rata per bulan bisa 5-7 unit yang terjual.

Hal itu sudah hitungan dari semua segmen mobil bekas, baik MPV, SUV, dan city car. Sementara untuk penjualan tertinggi masih MPV.

"Sudah bagus penjualan, tiga bulan lalu angkanya masih naik turun," katanya. 

Baca juga: Inden Stargazer 1 Bulan, Hyundai Klaim Tak Terganggu Semikonduktor

Hal senada diutarakan Krisdani Karyawan Rizky Jaya Mobil. Menurutnya, dampak kenaikan BBM belum bisa diprediksi pada pasar mobil bekas.

Bursa mobil bekas Carsentro Semarang Dicky Aditya Wijaya Bursa mobil bekas Carsentro Semarang

"Semoga penjualan mobil bekas tetap normal. Ini baru membaik pasca pandemi Covid-19," ucapnya. 

Menurutnya, penjualan semua unit saat ini sudah bagus. Dari semua tipe mobil bekas, permintaan tertinggi di showroom berasal dari city car

"Konsumen banyak tertarik model city car, semacam Brio. Harganya Rp 150 - Rp 200 jutaan," kata dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.