Cara Pengusaha Bus Memilih Karoseri untuk Armadanya

Kompas.com - 02/09/2022, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli bus di Indonesia melewati dua tahap. Pertama adalah membeli sasis bus dan selanjutnya memilih karoseri untuk dibuatkan bodi bus di atas sasis tersebut.

Soal memilih karoseri dan bodi bus apa yang mau digunakan, operator tidak asal tunjuk. Tetapi, berbagai faktor turut disertakan sehingga tercipta bus yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan Otobus (PO).

Kurnia Lesani Adnan, Direktur Utama PO SAN menjadi salah satu operator yang paling 'cerewet' soal bodi bus. Banyak permintaan yang dilayangkan ke karoseri untuk menciptakan bus paling pas dengan kebutuhan.

Baca juga: Bus Selonjoran Pertama PO STJ, Pakai Bodi Buatan Laksana

Legacy SR3 UltimateKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Legacy SR3 Ultimate

"Pastinya kita harus mempertimbangkan beberapa hal yang pasti menyangkut operasional.
Pertama yang sangat harus diperhatikan adalah konstruksi bodi, di mana saat bus beroperasi dengan kondisi jalan yang berbeda-beda ini sangat penting," ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (2/9/2022).

Menurut pria yang akrab disapa Sani, konstruksi bukan cuma soal kekuatan, tapi juga kontribusi dalam hal kestabilan. Konstruksi yang tepat, membuat komponen lain yang melekat di bodi jadi awet, tahan getaran dari jalanan.

"Konstruksi yang baik harus dapat meredam vibrasi yang timbul akibat dari kondisi jalan yang dilalui. Momen lain yang timbul saat bus beroperasi adalah twisting, ini terjadi pada saat bus bermanuver baik di jalan berliku atau saat bus berpindah lajur di jalan lurus," kata Sani.

Baca juga: Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Ada Jatah Kuota


Selanjutnya, konstruksi yang baik juga bisa membantu sistem suspensi demi menjaga kenyamanan penumpang. Jadi body roll dari bus yang cukup besar bisa diminimalisir dan lebih stabil.

"Berikutnya estetika, ini pastinya harus menarik karena tampilan bus sangat penting secara eye catching. Kita harus meyakinkan calon pengguna dengan design out look ini," kata Sani.

Terakhir yang dipikirkan adalah harga, mengingat PO bus juga harus mendapatkan keuntungan. Tetapi, menurut Sani harga bukan pertimbangan pertama, yang penting adalah kualitas, di mana hal tersebut tentu ada biayanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.