Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak Aksi Brutal di Jalan, Pentingnya Dashcam Jadi Alat Bukti

Kompas.com - 27/08/2022, 15:01 WIB
Gilang Satria,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini video viral memperlihatkan pria memukuli wanita di sebuah SPBU di Palembang, Sumatera Selatan. Pelakunya Anggota DPRD Kota Palembang, M Syukri Zen.

Usai video viral, Syukri dipecat sebagai kader Partai Gerindra. Buntutnya kemudian dia akan lengser dari jabatan saat ini yaitu anggota DPRD karena dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Tak selang lama dari kejadian Syukri, di Jakarta, terjadi pemukulan yang dilakukan pengendara mobil pribadi terhadap sopir TransJakarta di Jalan Raya TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: Marak Aksi Pengemudi Emosi di Jalan Akhir-akhir Ini

Kejadian tersebut juga viral karena rekaman video menyebar. Pengemudi mobil Honda Mobilio marah dan menampar sopir bus TransJakarta ditengarai akibat "sodok-sodokan" di jalan.

Kasi Kecelakaan Lalulintas (Laka Lantas) Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Edy Purwanto, mengatakan, kejadian itu murni penganiayaan tak ada kecelakaan lalu-lintas.

Dashcam

Satu garis besar dari kedua kejadian di atas ialah adanya rekaman sebagai alat bukti.

Saat berkendara bisa terjadi kecelakaan atau modus penipuan dapat merugikan pengemudi yang tidak bersalah. Kurangnya bukti bisa membuat pengemudi kesusahan untuk melapor ke pihak berwajib.

Berkaca pada banyak kejadian seperti itu, Training Director The Real Driving Center (RDC) Roslianna Ginting mengatakan bahwa penggunaan dashcam atau alat perekam sangatlah penting.

"Penggunaan dashcam memang sangat penting sebagai bukti otentik tentang kondisi yang terjadi," kata Roslianna pada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Marak Aksi Pengemudi Emosi di Jalan Akhir-akhir Ini

Barang bukti yang konkret seperti rekaman video ini juga harapannya dapat meredam amarah pengguna jalan lain, khususnya jika terjadi kasus seperti modus pemerasan berkedok tabrak lari.

Salah satu contoh pentingnya dashcam dapat dilihat di akun Instagram, Dash Cam Owners Indonesia. Akun yang berbagi berbagai rekaman soal perilaku berkendara buruk di jalan yang terekam kamera.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, emosi masyarakat masih mudah tersulut emosi tanpa melihat terlebih dahulu kronologis cerita dari pihak-pihak yang terlibat.

Baca juga: Bahas Fitur Mitsubishi New Xpander Cross yang Jadi Unggulan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

"Karena modus ini (pemerasan berkedok tabrak lari) masih baru, maka efektif untuk pelaku melakukan aksi kejahatannya," ujarnya pada Kompas.com, beberapa waktu yang lalu.

Sony menegaskan, dashcam perlu dipasang sebagai bukti penunjang, apabila dibutuhkan.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Komentar
masalah nya sampai kantor polisi pemukulnya punya kuasa /pake pengacara akhir nya damai meterai 10000 beres toh,,kecuali korbannya juga punya duit/power pengacara


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Liburan di TMII, Ada Banyak Pilihan Kegiatan Minim Budget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau