Alasan Ganti Pelek dan Ban Lebar Bikin Mobil Lebih Boros

Kompas.com - 04/08/2022, 18:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Mengganti pelek jadi cara ampuh pemilik mobil dalam merubah tampilan standar. Beragam pilihan dan model bisa dipilih sesuai selera dan arah modifikasi.

Namun demikian, tak boleh asal, karena ada toleransi batas aman menganti ukuran pelek. Tak baik jika diameter terlalu besar, naiknya maksimal dua tingkat di atas ukuran standar.

Bila sampai lebih dari batasan tersebut, akan ada penyesuaian yang wajib dilakukan, seperti pada area suspensi, penyetelan caster, dan camber.

Selain itu, mengganti pelek terlalu besar juga kabarnya bisa berpengaruh pada konsumsi bahan bakar mobil yang menjadi lebih boros. Lantas apakah benar demikian?

Baca juga: Bahaya Laten, Asal Pasang Aksesori Kelistrikan pada Mobil

Menurut Ilham Hermawan Pemilik Sarang Knalpot, yang juga memasarkan pelek dan ban, mengganti diameter baiknya tak lebih dari 2 inci.  Bila di atas itu, banyak rubahan yang harus dilakukan.

Penyetelan komponen roda kendaraan untuk memastikan akurasi sumbu roda. Dicky Aditya Wijaya Penyetelan komponen roda kendaraan untuk memastikan akurasi sumbu roda.

Selain itu, karena diameter pelek yang lebih besar dan lebar, bobotnya juga bertambah berat, sehingga awalan stop and go membutuhkan tenaga yang lebih besar. 

"Tapak ban dan diameter ukuran pelek yang dinaikkan dari standar, membuat bobot mobil menjadi berat. Angkatan awal jalan butuh tenaga mesin sedikit lebih besar," ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (4/8/2022). 

Pelek dan diameter ban yang lebih besar, lanjut Ilham, akan menghasilkan gaya gesek permukaan ban dan aspal yang besar.

Kondisi tersebut, secara langsung akan berdampak pada konsumsi bahan bakar mobil lantaran terpengaruh beban berat dan gaya gesek. 

"Gesekan ban ke tanah yang besar ini lah yang membuat mobil menjadi lebih berat saat berjalan," kata Ilham.

Baca juga: Pilihan Pelek Aftermarket Toyota Avanza, Biar Makin Ganteng 

Suasana bengkel resmi Honda Kusuma Siliwangi Dicky Aditya Wijaya Suasana bengkel resmi Honda Kusuma Siliwangi

Hal yang sama di utarakan Kepala Bengkel KIA Motor Semarang Heru Winarno yang mengatakan, modifikasi pelek diameter besar konsekuensinya konsumsi BBM lebih boros. 

"Diameter ukuran pelek yang lebih besar, bobotnya lebih berat. Pengemudi harus menginjak pedal gas lebih dalam," kata Heru. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.