Kompas.com - 15/07/2022, 13:31 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Untuk menambah kenyamanan di dalam kabin, tak jarang pemilik mobil menempatkan pewangi atau parfum mobil.

Tapi yang tak banyak diketahui, ternyata ada efek negatif menyimpan parfum di dalam kabin karena berpotensi menimbulkan kerusakan pada air conditioner (AC).

Rahmat, Pemilik Bengkel AC Rahmat yang beralamat di Jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang, mengatakan, penggunaan parfum memang efektif mengilangkan bau tak sedap di kabin, tapi tiap modelnya, yakni gel, cairan, dan spray mempunyai plus dan minus tersendiri. 

"Bau tidak sedap di kabin bisa dihilangkan dengan menempelkan atau meletakkan parfum mobil. Tetapi jangan asal memilih jenis yang akan digunakan, karena bisa memicu kerusakan pada AC," ucap dia kepada Kompas.com, Kamis (14/7/2022).   

Baca juga: Catat, Ini Ruginya Sering Isi BBM Tidak Sampai Penuh

Mekanik bengkel resmi Astra Daihatsu Majapahit Semarang sedang melakukan SOP perawatan AC. Dicky Aditya Wijaya Mekanik bengkel resmi Astra Daihatsu Majapahit Semarang sedang melakukan SOP perawatan AC.

Menurut Rahmat, dari empat jenis parfum, jenis cairan tak terlalu direkomendasikan karena memiliki potensi tumpah dan membekas di permukaan dasbor.

Selain itu, bahan baku parfum cair memiliki kandungan zat-zat kimia chlorine yang kurang baik bila terhisap evaporator. 

"Cairan parfum menguap disebabkan panas matahari. Jadi, partikel-partikel zat kimia mengalami oksidasi dan terhisap ke dalam evaporator, jika dibiarkan akan berisiko terkontaminasi udara lembab," ujarnya. 

Kepala Bengkel Astra Daihatsu Majapahit Semarang Sapto Pamungkas juga mengatakan hal yang sama.

Baca juga: Lebih Bongsor, Intip Spesifikasi Generasi Keenam Honda CR-V

Ilustrasi AC MobilKompas.com/Fathan Radityasani Ilustrasi AC Mobil

Sapto tak menyarankan menggunakan parfum mobil berbahan zat kimia tinggi. Terlebih, pewangi cair yang berdampak negatif lantaran mudah mengalami oksidasi. 

"Pewangi kabin yang menyengat tak direkomendasikan karena bisa menyebabkan kerusakan evaporator, terutama parfum yang berbentuk cairan. Lama-lama bisa menyebabkan pembentukan gel bersifat korosif di evaporator," kata Sapto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.