Video Viral Rangka Honda BeAT Patah, Ini Dugaan Mekanik Honda

Kompas.com - 28/06/2022, 15:01 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral di dunia maya memperlihatkan sepeda motor Honda BeAT yang diduga patah rangka. Bagian tengah motor jatuh ke tanah karena ditengarai patah di bagian tengah.

Dalam video yang diunggah akun infodepok_id, pengendara motor sedang berboncengan. Pemilik motornya pun tidak tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi.

"Patah, iya tadi di belokan," kata pengendara motor dalam video dikutip pada Selasa, (28/6/2022).

Baca juga: Ada Krisis dan Inflasi, Pabrikan Otomotif Ancang-ancang Kerek Harga

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Info Depok (@infodepok_id)

 

Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere Ribut Wahyudi, mengatakan, baru sekali melihat ada kasus seperti itu. Sebab selama ini belum ada kasus serupa yang masuk ke bengkelnya.

Bicara soal rangka, Ribut mengatakan, pada dasarnya kekuatan rangka motor sudah diperhitungkan oleh pabrikan. Para insinyur juga pasti sudah memperhitungkan kekuatan dan bobot yang bisa ditanggung.

"Kalau saya bicara rangka itu yang pertama dia sudah diukur dari pabrikan berapa beratnya, itu sudah memperhitungkan misalkan beban maksimal 100 kg," kata dia kepada Kompas.com.

Baca juga: Kakorlantas Jamin Penggantian STNK Akibat Perubahan Nama Jalan di Jakarta Gratis

Karat di rangka motor motomotif.wordpress.com Karat di rangka motor

Terlepas dari kasus tersebut, Ribut mengatakan masalah yang kerap terjadi pada skutik entry level lain pada umumnya bagian dek di kaki sering ditaruh beban berlebih.

"Kalau itu biasanya matik itu ada celah menaruh beban lebih tinggi, sedangkan dia bisa bawa tiga sampai empat karung bisa diinjak. Kalau dari kasus itu baru lihat itu," kata dia.

Berdasarkan video yang ada, Ribut memprediksi selain beban berlebih atau overload, bisa jadi rangkanya pernah bermasalah.

Baca juga: 22 Nama Jalan di Jakarta Berubah, STNK Tak Wajib Langsung Diganti

Salah satu diler motor bekas.GridOto.com Salah satu diler motor bekas.

"Bisa jadi selain dari overload, mungkin sebelumnya pernah kecelakaan mengakibatkan rangka bengkok, setelah bengkok akhirnya patah, mungkin cara mengepresnya ini tidak benar," kata dia.

"Cara ngepres dipanasin atau dipaksa untuk kembali. Kalau dipaksa untuk kembali secara otomatis kekuatan rangka atau besi itu berubah," ucapnya.

"Nah seharusnya kalau sudah dipres harus ada besi tambahan yang dilas biar tidak terjadi," kata Ribut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.