Kenali Penyebab Nissan Grand Livina Gampang Ngelitik

Kompas.com - 28/06/2022, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak awal, Nissan Grand Livina memang dikenal gampang mengalami ngelitik, khususnya model L10 1.5 produksi tahun 2007 - 2012.

Bukan tanpa sebab mobil ini kompak mengalami ngelitik, karena sebenarnya pada mobil ini dilengkapi teknologi yang cukup canggih, dengan catatan selalu menggunakan bahan bakar beroktan tinggi.

Sayangnya imbauan tersebut tidak begitu diindahkan, masih ada saja pengendara Nissan Grand Livina yang menggunakan bahan bakar beroktan rendah.

Padahal di mobil ini dilengkapi teknologi khusus yang dapat berdampak buruk bila terlalu sering menggunakan bahan bakar berkualitas rendah.

Baca juga: Penyakit Umum Nissan Grand Livina Bekas, Mesin Ngelitik Boros BBM

 

(a) Pembakaran normal bensin dalam silinder internal mesin (b) pembakaran dini bensin dalam silinder internal mesin yang mengakibatkan ketukan.chem.libretexts.org (a) Pembakaran normal bensin dalam silinder internal mesin (b) pembakaran dini bensin dalam silinder internal mesin yang mengakibatkan ketukan.

Pada varian ini, mesin dilengkapi dengan Exhaust Gas Recirculation (EGR) yang berfungsi meningkatkan efisiensi bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang. Jadi, asap knalpot yang seharusnya langsung terbuang, ini sebagian dialirkan lagi ke saluran masuk pada kondisi tertentu.

Pemilik Everest Motor spesialis Nissan & Datsun Eko Setiawan mengatakan, sebenarnya tujuan dilengkapi EGR itu baik agar emisi gas buang berkurang serta dapat memaksimalkan pembakaran, tapi gas sisa pembakaran itu akan mudah mengotori saluran masuk.

“EGR ini yang menyebabkan intake manifold (saluran masuk) dan ruang bakar mudah kotor, dan akhirnya membuat mesin mudah ngelitik,” ucap Eko kepada Kompas.com, Sabtu (25/6/2022).

Baca juga: Daftar Harga Nissan Grand Livina Bekas Mulai Rp 60 Jutaan

Ilustrasi servis mobil di bengkel resmi SuzukiDok. SIS Ilustrasi servis mobil di bengkel resmi Suzuki

Dia mengatakan ruang bakar yang kotor dapat mengganggu waktu pengapian. Campuran bahan bakar dan udara yang seharusnya mulai terbakar ketika busi memercikan bunga api, tapi karena kotoran, campuran bahan bakar dan udara bisa terbakar lebih dini sehingga mengakibatkan ngelitik atau knocking.

“Maka dari itu diperlukan tune up disertai pembersihan ruang bakar dan EGR, agar ngelitik hilang, tenaga mesin prima dan bahan bakar tidak boros,” ucap Eko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.