Selalu Ada Bahaya Naik Motor Terlalu Dekat dengan Kendaraan Besar

Kompas.com - 28/06/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara berdekatan kendaraan besar seperti truk, pengemudi kendaraan bermotor khususnya sepeda motor perlu ekstra hati-hati jika hendak mendahului.

Salah perhitungan, manuver yang ragu-ragu atau terburu-buru dapat berakhir pada kecelakaan. Baru-baru ini terjadi di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin (27/6/2022) seorang pengendara motor gagal menyalip truk dan terjatuh saat akan mendahului.

Diketahui, setang kanan bersenggolan dengan bagian kiri truk saat motor sedang mencoba akselerasi untuk mendahului. Hasilnya, pengendara motor kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Baca juga: Video Truk Serobot Jalur Kanan di Jalan Tol dan Sebabkan Kecelakaan

"Kendaraan sepeda motor tersebut mencoba mendahului kendaraan truk tersebut, karena kurang cukup ruang dan penyempitan jalan, stang kanan motor pun membentur bagian kiri dari truk," ucap Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Komisaris Polisi Arga Dija Putra seperti dikutip Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Kecelakaan yang terjadi akibat gagal mendahului kendaraan besar seringkali terjadi saat pengemudi salah perhitungan. Perlu diingat, kendaraan besar seperti bus dan truk memiliki blind spot atau titik buat yang besar, membuat pengguna jalan di sekitar kendaraan tersebut tidak terlihat dari kabin pengemudi.

Ini yang seringkali menjadi penyebab kecelakaan. Kemudian, dimensi truk yang lebih panjang membuat pengendara bermotor harus hati-hati saat akan mendahului. Jika tidak dalam keadaan darurat, sebaiknya tidak perlu mendahului truk.

Head of Safety Riding Wahana Agus Sani menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikans saat berkendara di dekat kendaraan besar.

"Selalu ingat kalau kendaraan besar seperti tronton memiliki area titik buta (blind spot) yang cukup besar," ucap Agus pada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Ketika berada di area titik buta, pengemudi truk tidak bisa melihat pengemudi kendaraan lain yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, Agus menyarankan pengguna jalan agar tidak terlalu dekat dengan kendaraan besar.

 

Ilustrasi pengendara sepeda motor menerabas hujan.Foto: Wahana Ilustrasi pengendara sepeda motor menerabas hujan.

Baca juga: Tabrakan Beruntun Libatkan 17 Mobil di Tol Cipularang

Jika terpaksa berdekatan dengan kendaraan besar, baiknya pengguna jalan tidak berada pada area blind spot yang tidak terlihat dari kaca spion pengemudi truk ataupun bus.

Salah satu cara untuk melihat jika kendaraan masuk ke area blind spot atau tidak, adalah dengan melihat ke arah spion kendaraan besar tersebut. Jika wajah pengemudi terlihat dari kaca spion, berarti kendaraan belum masuk ke area titik buta pengemudi truk.

"Bisa juga dengan berkendara di depan atau belakang kendaraan yang bisa terlihat oleh mata sopir baik secara langsung maupun dari kaca spion," ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.