Repsol Serang Valentino Rossi Soal Ban di Era Awal MotoGP

Kompas.com - 12/06/2022, 10:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Repsol, produsen pelumas sponsor yang lama mendukung Honda mengkritik penyelenggaraan MotoGP di era modern yang dianggap kurang "greget" karena minim salip-salipan.

Penerapan beberapa teknologi dianggap justru membuat balapan jadi membosankan. Penggunaan aerobody dan sistem pengatur ketinggian suspensi membuat motor lebih kencang tapi balapan kurang menarik.

Repsol menyambut baik pelarangan penggunaan holeshot bagian depan saat motor bergerak mulai 2023. Holeshot hanya bisa digunakan pada saat start.

Baca juga: Polisi Australia Barat Tes Hyundai Ioniq 5 dan Toyota Mirai

Pebalap Repsol Honda Team, Marc Marquez memacu sepeda motornya saat sesi latihan bebas 3 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (19/3/2022). Marquez keluar sebagai pebalap tercepat pada FP3 dengan catatan waktu 1 menit 34,067 detik.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pebalap Repsol Honda Team, Marc Marquez memacu sepeda motornya saat sesi latihan bebas 3 MotoGP seri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (19/3/2022). Marquez keluar sebagai pebalap tercepat pada FP3 dengan catatan waktu 1 menit 34,067 detik.

Selain balapan jadi monoton, Repsol menyebut pebalap juga terkena dampaknya. Pebalap jadi makin sering terkena penyakit arm pump, sebab inovasi pada sisi aerodinamika membuat motor jadi menuntut fisik.

Terakhir yang paling kontroversial yaitu Repsol menyoroti soal ban di balapan masa lalu. Repsol menyebut zaman dulu Valentino Rossi diuntungkan karena memakai ban khusus yang dibuat berdasarkan hasil latihan bebas.

“Ketika MotoGP diluncurkan, ada ketidaksetaraan yang sangat besar. Tidak semua orang memiliki akses ke jenis ban yang sama, bahkan pebalap dengan pemasok yang sama," tulis Repsol mengutip Tuttomotoriweb.it, Minggu (12/6/2022).

Baca juga: Ketahui 3 Titik Rawan Bocor pada Sistem Pendinginan Mesin Mobil

Valentino Rossi dan Loris Capirossi di atas motor balap 500 cc 2-takANNA ZIEMINSKI Valentino Rossi dan Loris Capirossi di atas motor balap 500 cc 2-tak

"Ban custom dibuat berdasarkan data dari free practice hari pertama. Michelin telah melakukan ini selama beberapa musim di balapan Eropa,” tulis Repsol.

Produsen pelumas asal Spanyol itu menjelaskan apa yang dilakukan Michelin pada saat itu, sebenarnya sangat menguntungkan Rossi.

“Di pabrik Clermont Ferrand mereka bekerja melawan waktu untuk mengirim ban khusus untuk balapan pada Sabtu malam dan mereka ditakdirkan untuk Valentino Rossi,” katanya.

Baca juga: Ini Syarat dan Biaya Cabut Berkas Mobil

Ban balap untuk motor MotoGP yang dipasok oleh MichelinDok. Michelin Ban balap untuk motor MotoGP yang dipasok oleh Michelin

Hal yang ingin ditekankan Repsol yakni menggarisbawahi fakta bahwa para pebalap tidak menikmati perlakuan yang sama di tahun-tahun awal MotoGP (2002) dan bahwa Rossi memang diuntungkan dengan keadaan itu.

Baru kemudian masuk era ban tunggal pada 2009 perbedaan ini akhirnya hilang. Standarisasi ban dianggap akan membuat balapan dan tontonan jadi lebih menarik.

Tapi bagaimanapun pernyataan Repsol soal Michelin dan Rossi menjadi diskursus baru bahwa karena hal itu The Doctor menang di kelas premier. Belum ada pernyataan dari Michelin dan Rossi soal kabar ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.