Beli Motor Bekas, Patokan yang Benar Lihat Odometer atau Mesin?

Kompas.com - 27/05/2022, 16:12 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Odomoter sering jadi patokan saat ingin membeli motor bekas. Makin sedikit jarak tempuh maka makin baik karena motor jarang dipakai.

Hal tersebut tidak salah tapi tidak mutlak benar. Patokan mesin sehat dan kondisi motor bagus bukan ditentukan odometer, sebab bisa saja penunjuk kilometer itu sudah diutak-atik.

Baca juga: Berbagai Model Tameng Bus untuk Segala Kebutuhan

Yamaha F1ZR Marlboro Edition dengan odometer baru 4 KmKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Yamaha F1ZR Marlboro Edition dengan odometer baru 4 Km

Darwin Danubrata, dari diler motor bekas Songsi Motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengatakan, odometer bisa diakali sehingga konsumen berpikir bahwa itu motornya masih "segar."

"Sebab saat ini sudah bertebaran jasa untuk setel ulang speedometer, baik yang manual atau digital,” ujar Darwin kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Meski demikian kata Darwin jangan kemudian berburuk sangka. Sebab odometer memang penting, "motor capek" atau kilometer banyak harganya bakal lebih murah ketimbang yang masih sedikit.

Baca juga: All New Toyota Starlet Meluncur, Pakai Basis Suzuki Baleno

Suasana salah satu showroom motor bekas- Suasana salah satu showroom motor bekas

"Beli motor bekas sebaiknya lebih perhatikan mesin, karena bodi masih bisa dibeli. Spare part masih ada, apalagi kalau motor baru. Tapi kalau mesin susah nantinya," ujar Darwin.

Yosia Hermanto, pedagang motor bekas dari showroom Talenta Motor menyarankan, saat membeli motor bekas jangan hanya didengarkan saja mesinnya tapi langsung dicoba.

“Wajib tes jalan. Kalau kita ajak jalan dan ada bunyi yang di luar toleransi, dari mesin kasar suaranya pasti ketahuan. Tapi itu juga main feeling juga, seperti waktu digas terasa tidak," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.