Kompas.com - 19/05/2022, 12:02 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Penjual bensin eceran menjadi hal yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Jika sedang kehabisan bensin dan berada di posisi yang jauh dari SPBU, penjual bensin eceran biasannya jadi solusi.

Para penjual bensin eceran akan menjual bensin di pinggir jalan dalam bentuk botol satu liter ataupun menggunakan pompa manual.

Jika diamati, warna dari bensin eceran juga terlihat serupa dengan yang dijual di SPBU. Namun, apakah bensin eceran aman bagi kesehatan mobil?

Baca juga: Apakah Perlu Keluar Mobil Saat Isi BBM?

Executive Coordination Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi mengatakan, jika kualitas bensin bagus, tidak menjadi masalah untuk mesin mobil.

“Sedangkan kalau kualitasnya jelek atau ada penambahan material lain, maka dapat memengaruhi kinerja pompa bensin, injektor, dan ruang bakar yang cepat kotor,” kata Bambang kepada Kompas.com.

Dengan kata lain, tolok ukur bahan bakar bisa dilihat dari kualitas bensin yang dijual, bukan di mana lokasi penjualan.

Salah satu lapak pedagang bensin eceran di Jalan Kemakmuran, Sukmajaya, Depok, pada Kamis (7/4/2022), tidak berjualan karena kehabisan stok pertalite. Hal tersebut menyusul setelah Pertamina juga mengeluarkan kebijakan larangan pengisian pertalite pakai jerigen.M Chaerul Halim Salah satu lapak pedagang bensin eceran di Jalan Kemakmuran, Sukmajaya, Depok, pada Kamis (7/4/2022), tidak berjualan karena kehabisan stok pertalite. Hal tersebut menyusul setelah Pertamina juga mengeluarkan kebijakan larangan pengisian pertalite pakai jerigen.

Bambang menyebutkan, saat minyak tanah lebih murah daripada premium, ada penjual eceran yang mencampurnya. Jadi perlu, perhatikan apakah ada material lain yang dicampur pada bensin yang dijual.

“Kalau di bensin tersebut terdapat sulfur, maka dapat menyumbat saluran pompa dan injektor bahan bakar, sehingga mobil tersendat-sendat saat jalan ataupun mati,” kata Bambang.

Baca juga: Jangan Dipaksa Pakai Bila Ban Motor Sudah Benjol

Saluran pompa bensin memang masih bisa dibersihkan, tetapi kalau sudah parah, harus diganti. Begitu juga kalau bearing ikut terkena, harus ganti dengan yang baru. Selain itu, jika kualitas oktan dari bensin eceran turun, bisa menimbulkan masalah lain.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan bahwa tenaga mesin akan kurang maksimal karena mesin menyetel timing pengapian lebih mundur untuk mencegah mesin ngelitik.

“Dampaknya selain tenaga turun, juga menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” kata Suparna. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.