DKI Siapkan Strategi Mengembalikan Minat Pengguna Angkutan Umum

Kompas.com - 19/05/2022, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Perlu strategi jitu dalam meningkatkan minat masyarakat agar kembali menggunakan angkutan umum pada masa transisi, yakni dari pandemi COVID-19 ke endemi bahkan setelah kondisi normal.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) DKI Jakarta Yusa Cahya mengatakan, salah satu strategi yang bisa disiapkan adalah tarif integrasi yang kompetitif.

Menurut Yusa, banyak warga pengguna angkutan umum akhirnya beralih menggunakan kendaraan pribadi selama masa pandemi COVID-19 karena khawatir akan penularan virus.

Baca juga: Segini Biaya Bikin Satu Bus Besar di Indonesia

Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Sebuah bus TransJakarta melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Petugas akan memberikan akses untuk melintas di titik penyekatan PPKM Darurat di 63 titik di wilayah Jadetabek yang berlaku dari 3 - 20 Juli 2021 hanya yang masuk kategori sektor-sektor esensial. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

"Kita perlu menarik kembali pengguna angkutan umum yang terlanjur pindah ke kendaraan pribadi karena masalah kesehatan, salah satunya dengan integrasi tarif transportasi yang lebih terjangkau," ujar Yusa, disitat dari Antara (19/5/2022).

Yusa menjelaskan tarif yang terjangkau menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat dari integrasi antarmoda.

JakLingko sebelumnya telah mengusulkan penumpang hanya sekali membayar dengan tarif Rp 10.000 jika menggunakan transportasi yang berbeda.

Baca juga: Video Honda Brio Terobos Macet Pakai Strobo dan Sirene di Malang

Sebelum integrasi, penumpang harus membayar tarif Rp 17.000 ketika menaiki MRT Jakarta dan dilanjutkan TransJakarta.

Misalnya, biaya MRT Jakarta dari stasiun awal hingga akhir sebesar Rp 14.000 ditambah biaya TransJakarta Rp 3.500 sehingga total Rp 17.500. Apabila dengan integrasi tarif, penumpang hanya membayar maksimum Rp 10.000.

"Memang tidak hanya tarif yang diintegrasikan. Integrasi juga termasuk dari pembenahan stasiun dan halte agar penumpang nyaman, tetapi tarif ini langkah penting untuk mengubah pola masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum," ucap Yusa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.