Mitos Atau Fakta, Asap Rokok Bikin AC Mobil Rusak?

Kompas.com - 13/05/2022, 18:01 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Merokok di saat mengendarai mobil masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Meski telah ada aturan hukum yang melarang, kebiasaan merokok sambil mengendarai mobil sulit dihentikan begitu saja bila belum ada kesadaran dari masing:masing pihak.

Mengendarai mobil sambil merokok tidak hanya membahayakan keselamatan, namun asap nikotin tembakau juga dipercaya dapat merusak penyejuk ruangan atau Air Conditioner (AC) mobil.

Baca juga: Begini Teknik Pas Mengemudikan Mobil di Jalan Beton

Anggapan tersebut berkaiatan dengan asap rokok yang dipercaya membuat ruangan kabin berbau sehingga AC bermasalah.

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan AC mobil yang rusak karena asap rokok hanya mitos saja. Hanya saja, kabin mobil akan menjadi bau bila terbiasa merokok di dalam mobil.

Selain itu, abu rokok juga bisa membuat kabin menjadi cepat kotor, bahkan bisa saja jok atau komponen lain rusak akibat kena bara api dari rokok.

“AC mobil yang rusak biasanya karena filter AC tidak pernah dibersihkan sehingga kinerjanya tidak maksimal,” kata Bambang kepada Kompas.com.

Ilustrasi AC mobilKompas.com/Fathan Radityasani Ilustrasi AC mobil

Filter AC yang jarang dibersihkan tidak akan menghasilkan kesejukan yang maksimal karena saluran tertutup.

Tidak hanya filter AC yang kotor saja, penyebab kerusakan yaitu kebiasaan pemilik mobil yang menaruh barang secara berlebih di dalam laci. AC mobil akan rusak karena barang yang ada di dalam laci mudah masuk ke fan evaporator.

“Menaruh barang atau kertas berlebihan di laci sehingga barang tersebut masuk ke fan evaporator,” kata Bambang.

Baca juga: Mitos Atau Fakta Air Panas Bisa Memperbaiki Bemper Mobil Penyok

Penyebab kerusakan AC lainnya adalah menyiram ruang mesin secara keseluruhan. Dari faktor-faktor tersebut, tidak ada satupun yang berkaitan dengan asap rokok. Maka dari itu,

Bambang menyarankan agar pemilik mobil rutin melakukan pemeriksaan secara berkala dan juga untuk membersih AC.

“Pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap 20.000 kilometer sekali. Dengan begitu, maka kondisi filter AC mobil bisa terjaga dan penyejuk udara bisa berfungsi secara optimal,” kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.