Jangan Biarkan Anak di Bawah Umur Mengemudikan Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 12/05/2022, 16:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak orangtua yang membiarkan anaknya mengemudikan kendaraan bermotor, walaupun belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Terjadi lagi kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar kelas enam SD berumur 12 tahun di Ring Road Barat, Kota Madiun, Jawa Timur pada Rabu (11/5/2022) sore.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota AKP Jatmiko menjelaskan bahwa pelajar tersebut mengemudikan sepeda motornya dalam kecepatan yang tinggi.

Baca juga: Mengendarai Motor Saat Cuaca Panas, Jangan Sampai Gagal Fokus

"Jadi korban sebelum mengalami kecelakaan mengemudikan sepeda motornya dalam kecepatan tinggi," ucap Dwi saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (12/5/2022).

Kemudian, pelajar tersebut diduga hilang konsentrasi saat sedang melaju dalam kecepatan tinggi, hingga akhirnya membentur median jalan tengah.

"Korban meninggal langsung di tempat kejadian perkara," ucap Dwi.

Ini bukan kali pertamanya terjadi; kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur yang mengemudikan kendaraan bermotor. Selain salah secara hukum, tindakan ini membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Kegiatan safety riding dan safety driving yang diinisiasi PNM bersama Jasa RaharjaDok. PNM Kegiatan safety riding dan safety driving yang diinisiasi PNM bersama Jasa Raharja

Bahkan, di usia 17 tahun pun atau saat sudah memiliki SIM, seseorang belum pasti mahir atau memiliki kompetensi yang baik untuk mengemudikan kendadraan bermotor.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, anak-anak jangan sampai dibiarkan mengemudikan sepeda motor, karena belum memiliki kemampuan memprediksi bahaya yang baik.

"Jika dilihat dari sisi safety riding, pengendara seperti itu memiliki potensi kecelakaan yang sangat besar, baik untuk dirinya dan juga orang lain. Pengendara di bawah umur rata-rata belum memiliki kemampuan memprediksi bahaya," ucap Agus kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mau Beli Yamaha Fazzio? Indennya sampai 2 Bulan

Selain itu, kontrol emosi pada anak-anak di bawah umur juga masih labil. Ini bisa mempengaruhi cara berkendara mereka, menjadi tidak aman dan cenderung terburu-buru saat terjebak dalam keadaan yang tidak diinginkan, misalnya saat berpapasan dengan polisi.

Dalam hal ini, Agus menjelaskan bahwa orangtua memegang peran terbesar untuk mendidik anaknya terkait aspek keselamatan di jalan umur. Tanpa kompetensi yang baik dan umur yang belum cukup, anak-anak tidak seharusnya dibiarkan mengendarai sepeda motor.

"Tanggung jawab penuh orangtua dalam mengontrol anaknya karena bagaimana punsi anak tidak akan bisa berkendara jika tidak mendapatkan izin dari orangtuanya," ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.