Kompas.com - 05/05/2022, 17:21 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi yang mudik menggunakan mobil pribadi tentunya akan mudah dilanda rasa stres saat terjebak macet.

Agar perjalanan tetap aman meski terjebak macet, mengemudikan mobil bukan hanya sekadar mahir saja, tapi juga diperlukan pemahaman dan etika berkendara yang baik.

Baca juga: Hindari Pengemudi Agresif Agar Bebas Stress Saat Terjebak Macet

Agar perjalanan tetap aman, saat mengendarai mobil harus memiliki kesabaran saat berada di situasi macet. Jika tidak sabaran atau menyerobot kendaraan lain akan membahayakan pengguna jalan lain.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan kejadian mobil yang pindah lajur tiba-tiba ini sering terjadi dan jadi potret umum lalu lintas di Indonesia.

“Kita bebas berada di lajur manapun tetapi harus sesuai dengan arah tujuan. Jangan asal ingin cepat tetapi justru membuat lalu lintas semrawut, ikuti arus sesuai dengan lajurnya. Jika salah pilih lajur tetap ikuti arus, jadi tidak asal potong seenaknya,” katanya pada Kompas.com.

Sejumlah kendaraan mengantre untuk naik ke atas kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (29/4/2022). Dalam puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga Cilegon Barat atau sekitar 10 km baik di jalur tol maupun jalur jalan arteri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayAkbar Nugroho Gumay Sejumlah kendaraan mengantre untuk naik ke atas kapal di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (29/4/2022). Dalam puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, ribuan kendaraan terjebak kemacetan hingga Cilegon Barat atau sekitar 10 km baik di jalur tol maupun jalur jalan arteri. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sony menyebutkan jika sedang mengemudi di jalan raya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan para pengemudi. Pertama adalah tetap konsisten berada di satu lajur.

Kemudian, jika hendak pindah lajur, pastikan dilakukan dengan benar dan beretika. Pindah lajur artinya minta izin ke kendaraan lain yang lebih dahulu ada di lajur tersebut, jadi tunggu sampai diberi ruang atau kesempatan.

Baca juga: Polisi Imbau Pemudik yang Pulang Manfaatkan Jalur Arteri

“Judulnya pindah lajur, maka harus minta izin terlebih dahulu dengan pengendara lain, tunggu kondisi sepi, markanya putus-putus. Nyalakan lampu sein dan berpindah jika dikasih ruang, bukan cepat-cepatan,” kata Sony.

Terakhir adalah miliki rasa takut atau khawatir akan membuat orang lain celaka. Perasaan ini akan mencegah nekat untuk melakukan manuver sembarangan. Alhasil, pengemudi akan berkendara dengan hati-hati agar meminimalisir risiko kecelakaan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.