Hindari Pengemudi Agresif agar Bebas Stres Saat Terjebak Macet

Kompas.com - 05/05/2022, 13:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dua tahun lamanya tradisi mudik ditunda karena Covid-19, pada Lebaran 2022 kali ini masyarakat Indonesia telah diperbolehkan untuk pulang ke kampung halaman.

Momen tahun ini tentunya menjadi kesempatan yang ditunggu bagi yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Antusias terlihat dari beberapa ruas jalan yang alami kemacetan sejak arus keberangkatan mudik. Hingga hari ini, meski hari Lebaran pertama telah usai kemacetan tetap terjadi di sejumlah jalan.

Baca juga: Cara Sederhana Cegah Anak Muntah Saat Perjalanan Mudik

Dengan kondisi jalan yang memang beragam dan jarak tujuan masih jauh akan membuat para pemudik yang menggunakan mobil dilanda rasa stres karena terjebak kemacetan.

Ketika terjebak di situasi kemacetan akan terlihat karakter setiap pengendara yang berbeda-beda. Ada tipe pengendara yang sabar ada juga agresif.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengemudi agresif biasanya berani mengambil risiko bahaya dan cenderung membahayakan orang lain.

Kendaraan antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Tingginya volume kendaraan wisatawan di jalur wisata Puncak Bogor menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik sehingga Satalntas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurainya.ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Kendaraan antre di jalur wisata Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/5/2022). Tingginya volume kendaraan wisatawan di jalur wisata Puncak Bogor menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik sehingga Satalntas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah untuk mengurainya.

“Perlu diketahui, macet bagian dari risiko yang harus ditanggung bersama. Tidak ada yang harus diprioritaskan, jadi gunakan etika agar tertib dan aman,” ucap Sony kepada Kompas.com.

Pada saat lalu lintas macet, tidak sedikit pengemudi yang mengambil kesempatan untuk menyerobot kendaraan lain. Pengemudi yang memiliki kebiasaan tersebut kerap mengambil jalur lawan arah sehingga disebut agresif.

Baca juga: Cara Sederhana Cegah Anak Muntah Saat Perjalanan Mudik

“Pengemudi yang suka mengambil kesempatan sebaiknya dijauhi dan dikasih ruang. Karena kalau dihambat kadang berujung konflik atau serempetan,” kata Sony.

Memberi ruang untuk pengemudi agresif memang menjengkelkan, tetapi lebih baik biarkan saja agar perjalanan lebih tenang.

Jika beradu argumen dengan pengemudi agresif, akan menambah stres usai terjebak kemacetan. Tanpa perlu beradu argumen, pengemudi seperti itu akan membahayakan dirinya sendiri.

“Pengemudi tipe agresif jangan ditegur, bisa konflik. Kecelakaan aja belum tentu membuat mereka jera. Jadi kita harus lebih matang dalam berfikir,” kata Sony.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.