Kompas.com - 05/05/2022, 10:22 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com— Saat perjalanan mudik menggunakan mobil pribadi tidak luput dari anak yang kerap muntah. Kondisi tentunya akan merepotkan para orang tua dan penumpang mobil lainnya.

Anak yang muntah saat perjalanan disebut dengan mabuk perjalanan atau car sickness. Namun, istilah medis yang cukup terkenal untuk kondisi ini yaitu motion sickness.

Agar perjalanan mudik tidak tergantung oleh anak yang mabuk perjalanan, sebaiknya orang tua menyiapkan beberapa hal sebelum melakukan perjalanan.

Baca juga: Waktu yang Tepat Memeriksa Tekanan Udara Ban Mobil

“Orang tua atau harus hentikan motion atau gerakan yang terjadi. Caranya yaitu pengendara harus menghentikan dulu mobilnya sejenak. Istirahat sebentar di rest area bisa jadi alternatif. Dengan begitu anak bisa mendapatkan udara segar,” ujar Dokter spesialis anak RSIA Lombok Dua Dua, Surabaya dr Sunny Mariana pada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dr Sunny menjelaskan jika anak yang mabuk perjalanan merupakan kondisi yang umum dialami banyak anak. Biasa, kondisi ini terjadi saat anak usia toddler yaitu yang berada di rentang usia 1-3 tahun dan juga anak usia anak awal memasuki sekolah.

Ilustrasi penumpang anakThinkstockphotos Ilustrasi penumpang anak

Saat anak mabuk perjalanan akan merasakan pusing, mual yang akhirnya muntah. Kondisi ini membuat anak menjadi rewel karena merasa tidak nyaman.

Cara lainnya yaitu dengan makan dan minum sebelum melakukan perjalanan agar perut anak tidak kosong.  Jika perut kosong, anak  akan rentan masuk angin yang menyebabkan mabuk perjalanan.

Baca juga: Bus Pariwisata Terbalik Saat Dipakai Mudik, Pengemudi Harus Tahu Medan

“Bila perlu dapat diberikan obat-obatan yang memang ditujukan untuk anti mabuk atau motion sickness. Obat pereda mabuk perjalanan yang beredar di pasaran dapat diberikan, namun sebaiknya diberikan khusus untuk anak-anak,” kata dr Sunny.

Sebelum menggunakan obat anti mabuk, orang tua juga harus menentukan dosis obat yang mana bukan hanya sekedar usia tapi juga harus berdasarkan berat badannya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.