Kompas.com - 03/05/2022, 14:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Skema satu arah alias one way bakal diterapkan kepolisian pada arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2022. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan pemudik di jalan tol.

Namun, kepolisian telah menyebutkan bahwa aturan one way bersifat situasional. Artinya, rekayasa lalu lintas didasarkan pada perkembangan kondisi aktual di lapangan.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko mengatakan, masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan informasi melalui sosial media Polri, NTMC, atau pemberitaan di media massa.

Baca juga: Hyundai Diam-diam Luncurkan Santa Fe CKD, Fitur Berkurang Harga Sama

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh NTMC POLRI (@ntmc_polri)

"Tapi rekayasa lalu lintas ini diberlakukan dengan melihat situasional dan melihat arus yang masuk maupun keluar tol," ujar Gatot, belum lama ini.

Sementara itu, untuk memudahkan masyarakat mengakses jalur tol terhindar dari kemacetan, pemudik diharapkan dapat menggunakan aplikasi Google Maps yang sudah mengikuti strategi diskresi kepolisian dengan menerapkan rekayasa lalu lintas.

Oleh karena itu, Gatot mengimbau masyarakat untuk memeriksa Google Maps sebelum melakukan perjalanan mudik.

Baca juga: Bukti Bahu Jalan Tol di Indonesia Sangat Berbahaya

Buat yang masih bingung bagaimana caranya, langkah pertama yang harus dilakukan untuk melihat rute perjalanan yang menerapkan one way adalah mengaktifkan fitur lokasi atau GPS di smartphone.

Kemudian, pastikan ponsel memiliki koneksi internet agar dapat melihat rute-rute yang menerapkan kebijakan one way di Google Maps secara real time.

Oleh sebab itu, apabila internet tidak stabil, maka Google Maps tidak dapat melakukan update kondisi secara langsung.

Sehingga Anda wajib memiliki kuota internet agar Google Maps dapat memperbaharui kondisi lalu lintas sepanjang waktu secara berkala.

Mungkin puncak arus mudik sudah berlalu, tetapi arus balik tetap wajib dipantau, supaya perjalanan balik ke Ibu Kota tetap aman dan nyaman.

Baca juga: Tradisi Penyapu Receh di Jembatan Sewo Indramayu, Ini Awal Mulanya

Pemberlakuan one way dari kilometer 47 sampai kilometer 70 tol Jakarta-Cikampek telah dihentikan, Sabtu (30/4/2022). Kepadatan terjadi di sejumlah titik.KOMPAS.COM/FARIDA Pemberlakuan one way dari kilometer 47 sampai kilometer 70 tol Jakarta-Cikampek telah dihentikan, Sabtu (30/4/2022). Kepadatan terjadi di sejumlah titik.

Berikut ini cara melihat jalan yang menerapkan sistem one way di Google Maps:

- Aktifkan GPS pada smartphone.
- Bukalah aplikasi Google Maps.
- Pilih lokasi tujuan dengan menuliskan alamat lokasi tujuan di bagian search here, yang terletak di bagian atas.
- Klik pada alamat yang akan dituju.
- Kemudian, pilih opsi ‘direction’ untuk menunjukan rute menuju lokasi tujuan.
- Pada tahap ini, Google Maps akan menunjukkan rute jalan dengan berbagai macam warna, mulai dari warna merah, kuning, dan biru.
- Selain itu, apabila terdapat jalan di rute yang akan Anda lalui terdapat rambu dilarang masuk, maka artinya jalan tersebut sedang menerapkan sistem one way.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.