Kompas.com - 16/04/2022, 15:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel sudah berlaku per 7 April 2022. Nantinya semua kendaraan diesel yang dijual dan diproduksi di Indonesia harus sesuai standar tersebut.

Hal ini tentu berpengaruh pada kendaraan niaga seperti bus maupun truk. Beberapa APM bus dan truk belum lama ini sudah merilis produk barunya yang sudah mengikuti standar emisi Euro 4 seperti Hino, UD Trucks, dan Mitsubishi.

Berbeda ceritanya untuk Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) selaku pemegang merek Mercedes Benz Truck dan Bus di Indonesia. DCVI baru akan merilis truk Axor Euro 4 di Juni 2022, sedangkan untuk bus, baru diluncurkan tahun depan.

Baca juga: Penjualan Bus Mercedes-Benz Sempat Turun di Akhir Tahun

Bus AKAP baru PO ALSDOK. ADIPUTRO Bus AKAP baru PO ALS

Jung-Woo Park, President Director PT DCVI mengatakan, pihak DCVI sudah mengetes bus Euro 4 namun saat ini memang masih belum diluncurkan.

"Tes menurut kami adalah hal yang sangat penting. Untuk bus biasanya kita tes minimal enam bulan. Jadi menurut jadwal kita, bus Mercedes Benz Euro 4 akan diluncurkan tahun depan, bukan 2022," ucapnya dalam acara Media Gathering belum lama ini.

Alasannya, stok bus Mercedes Benz dengan standar emisi Euro 3 masih banyak jumlahnya dan diperkirakan cukup untuk permintaan selama 2022. Banyaknya stok ini juga disebabkan adanya pandemi dari 2020 sampai sekarang.

Baca juga: Jangan Sampai Lewat, Ini Tarif dan Syarat Perpanjang SIM A

"Kita siapkan lebih banyak stok karena kita percaya setelah 2019 akan menjadi tahun yang baik. Januari sampai Maret 2020 berjalan baik, tapi setelah itu permintaan turun karena pandemi," kata Jung-Woo.

Faustina, Head of Product Management & Marketing DCVI mengatakan, untuk 2022 DCVI fokus untuk menghabiskan stok yang ada. Namun seiring menjual produk bus Euro 3, DCVI tetap melakukan tes untuk produk Euro 4.

"Hanya saja waktu launch-nya ada di awal tahun depan. Tapi secara produk kalau ada yang mau request (Euro 4) kita sudah menerima," kata Faustina.

Untuk stok bus yang Euro 3, Faustina menjelaskan kalau jumlahnya terbatas. Mengingat pabrik yang ada di Wanaherang sejak 7 April 2022 sudah tidak boleh memproduksi bus atau truk dengan standar emisi di bawah Euro 4.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.