Yamaha Masih Meragukan Mekanisme Swap atau Cas Motor Listrik

Kompas.com - 01/04/2022, 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mulai membangun ekosistem kendaraan listrik, berupa pengoperasian battery swaping station di beberapa titik di Jakarta.

Seperti diketahui, stasiun penggantian baterai motor listrik menjadi salah satu infrastruktur yang diperlukan untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.

Pada saat yang sama, sejumlah pabrikan mulai meramaikan produk-produk kendaraan listrik. Salah satunya Yamaha, dengan memamerkan konsep skuter listrik E01 di IIMS Hybrid 2022.

Baca juga: Kenapa Toyota Pilih Kijang Innova Jadi Mobil Listrik?

Ilustrasi Yamaha E01KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi Yamaha E01

Namun pada kesempatan ini motor listrik Yamaha justu mengusung model baterai yang sudah paten alias tidak bisa ditukar-tukar.

“Ada dua macam kendaraan listrik, satu adalah yang bisa diganti baterainya, dan satu lagi adalah fixed battery, tapi dengan kapasitas lebih besar,” ucap Minoru Morimoto, Presiden Direktur dan CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, saat ditemui di IIMS Hybrid 2022 (31/3/2022).

“(Motor ini) Lebih mudah buat konsumen, karena bisa mengecas di rumah, saat sedang tidur. Selain itu, kami juga ingin tahu bagaimana konsumen kami menerima hal tersebut,” kata dia.

Baca juga: Motor Listrik Yamaha E01 Mejeng di IIMS 2022, Mirip Skutik NMAX

Yamaha E01RIDEAPART.com Yamaha E01

Sementara itu, ketika ditanya perihal skema mana yang akan dipilih Yamaha, khususnya antara swap baterai dan sistem charging, Morimoto menyerahkan pilihan ke konsumen.

“Kalau model swap, Anda harus menuju battery station untuk menggantinya. Tapi jenis baterai ini performanya mungkin cepat menurun, karena banyak konsumen pakai,” ucap Morimoto.

“Tapi fixed battery bakal terjaga kondisinya, karena kita tahu historinya. Sekarang kami ingin lihat dulu respons konsumen, lebih pilih yang mana,” ucap Morimoto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.