Kompas.com - 25/03/2022, 07:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Joko Widodo melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan terus melanjutkan pengembangan program biodiesel di dalam negeri.

Sebab, implementasi dari program terkait mampu memberikan pengaruh positif dalam berbagai aspek. Bahkan, menjadikan Indonesia pionir dalam pemanfaatan biodiesel dengan kandungan minyak nabati hingga 30 persen alias B30.

"Pada tahun 2021, nilai ekonomi dari penerapan B30 mencapai lebih dari 4 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dan berhasil menurunkan tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sampai 25 juta CO2e," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangannya, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Ramai, Ada 14 Merek Motor yang Tampil di IIMS Hybrid 2022

Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.Aprillio Akbar Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.

Namun, lanjut dia, penerapan mandatori biodiesel di lapangan yang libatkan multi-stakeholder bukan tanpa tantangan.

Sehingga penting untuk memastikan bahwa program tersebut memenuhi tiga kriteria utama, yaitu layak secara teknis dan dapat diandalkan secara ekonomi.

"Lalu juga bisa diterima secara politik di samping membutuhkan komitmen dari semua pihak," lanjut Arifin.

"Maka, pengembangan biodiesel tidak akan berhenti pada B30 saja. Kami berencana untuk meningkatkan tingkat pencampuran lebih tinggi dengan menerapkan bahan bakar hijau," tambah dia.

Saat ini kajian komprehensif sedang dilakukan, antara lain menyiapkan kajian tekno ekonomi, kerangka regulasi, fasilitas insentif, infrastruktur, penetapan standar kualitas produk, serta pengembangan industri pendukung.

Baca juga: Efek Insentif PPnBM Juga Terasa di Pasar Mobil Bekas

Di Kepri Biodisel B30 bisa didapat di 14 SPBU, 1 SPBUN (nelayan) dan 12 APMS (SPBU Kecil) yang berada di Kota Batam, Bintan, Lingga dan Karimun serta di Tanjung Pinang.KOMPAS.COM/HADI MAULANA Di Kepri Biodisel B30 bisa didapat di 14 SPBU, 1 SPBUN (nelayan) dan 12 APMS (SPBU Kecil) yang berada di Kota Batam, Bintan, Lingga dan Karimun serta di Tanjung Pinang.

Sementara itu, uji terbang menggunakan bioavtur 2,4 persen sebagai upaya pengurangan emisi di sektor penerbangan juga diklaim berjalan secara optimal.

"Terkait dengan kepedulian The International Civil Aviation Organization (ICAO) dan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) untuk mengurangi emisi di sektor penerbangan internasional, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait telah berhasil melakukan uji terbang dengan menggunakan bioavtur 2,4 persen," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.