Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/03/2022, 15:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm menjadi salah satu komponen yang wajib digunakan oleh pengendara motor saat akan berpergian. Fungsi utamanya untuk membantu menunjang keselamatan pengendara motor.

Saat musim penghujan, helm menjadi lebih rawan lembap. Pengguna motor yang terbiasa meninggalkan helmnya di motor saat parkir membuat helm lebih cepat lembap atau bahkan basah.

"Kalau kantor di basement, mereka (pengendara motor) acuh saja. Helm masih basah, itu biasanya rentan. Kalau enggak segera dicuci atau dikeringkan, jadi membuat jamur," jelas Ahmad M., pegiat komunitas Belajar Helm, saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Dasar Hukum Pengendara Motor Wajib Pakai Helm SNI

Helm yang terkontaminasi bekas keringat dan air hujan dapat membuat helm menjadi lembap dan akhirnya berjamur.

Ahmad menjelaskan, air hujan yang mengandung asam bertemu dengan debu jalanan, polusi dan keringat pada bagian interior helm dapat menimbulkan bau apak.

Selain menimbulkan bau yang tidak sedap, Ahmad mengatakan bahwa helm yang kotor ini juga dapat membuat kulit menjadi mudah iritasi.

Helm open face dengan harga di bawah Rp 350 ribu di Jakarta Fair 2019 .Kompas.com/Gilang Helm open face dengan harga di bawah Rp 350 ribu di Jakarta Fair 2019 .

"Kalau udah ngejamur, kena kulit jadi iritasi. Bisa jadi kayak panu, atau kudis," ucap Ahmad.

Maka dari itu, Ahmad memberikan saran buat pengendara motor agar tidak abai terhadap kebersihan helm. Yang terpenting, pemilik perlu memastikan bahwa helmnya dalam keadaan yang kering. Saat cuaca sedang hujan, pemilik motor sebaiknya tidak meninggalkan helm di motor.

Baca juga: Biaya Resmi Perpanjangan SIM A dan SIM C per Maret 2022

"Misalnya ke kantor, bawa helmnya. Ke tempat yang bisa kena angin, atau ke ruang ber-AC," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.