Indikasi Insentif PPnBM Mobil Baru Segera Keluar

Kompas.com - 01/02/2022, 08:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengungkapkan bahwa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor dan Pajak Penambahan Nilai (PPN) rumah pada tahun ini tengah masuk finalisasi.

Setelah terbit, diharapkan mampu mendorong pemulihan sektor otomotif dan properti. Namun hingga saat ini belum ada informasi lanjutan terkait skema insentif PPnBM tersebut.

"Regulasi terkait PPnBM terus difinalisasi dan mungkin dalam waktu dekat akan keluar, baik untuk sektor otomotif maupun sektor properti," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Terintegrasi Jak Lingko, Mikrotrans AC Disiapkan Sebanyak 60 Unit

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

Airlangga menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pemberian kedua insentif tersebut pada tahun ini.

Menurutnya, Presiden juga sudah memerintahkan berbagai program untuk pemulihan ekonomi dapat dipercepat.

Ia menjelaskan pemberian insentif untuk sektor otomotif dan properti jadi upaya pemerintah untuk mendorong penjualan mobil dan rumah supaya terjaga peningkatannya hingga seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Arahan Bapak Presiden agar kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pemulihan ekonomi terus didorong front loading pada kuartal I ini," kata dia.

Sebelumnya, dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, program PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) akan terus dicanangkan karena terbukti mampu meningkatkan industri otomotif.

Baca juga: Video Kecelakaan di Media Sosial Bisa Jadi Pembelajaran

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018Bidwin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

Hanya saja pada tahun ini, skemanya berbeda baik dari persyaratan serta ketentuannya. Seperti, hanya berlaku untuk mobil berharga Rp 200 juta sampai Rp 250 jutaan dengan besaran yang berbeda-beda per-kuartal.

Pada mobil berjenis low cost green car (LCGC) secara khusus insentifnya akan terus dikurangi tiap tiga bulan hingga tidak lagi mendapat insentif PPnBM pada Oktober-Desember 2022.

"Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP pada 2022 akan menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif, termasuk IKM,” kata Agus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.