Anak Muda Cium Tangan Usai Tabrak Motor Orang Tua

Kompas.com - 14/01/2022, 11:42 WIB
Berkendara menggunakan sepeda motor menuntut fokus yang tinggi. Foto: Tangkapan layarBerkendara menggunakan sepeda motor menuntut fokus yang tinggi.


JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara menggunakan sepeda motor menuntut fokus yang tinggi. Tak salah jika para pakar berkendara menyebut naik motor merupakan tindakan penuh risiko.

Video viral di media sosial mengenai tabrakan yang terjadi antara dua motor. Mengutip akun Instagram Agoez Bandz4, terlihat ada pasangan naik motor membawa rumput akan melakukan putar balik di jalan raya.

Pasangan bapak-ibu itu tidak memakai helm. Saat tengah ingin putar balik, dari belakang ada anak muda pakai motor trail melaju kencang dan akhirnya tidak bisa mengerem kemudian menabrak pasangan itu.

Baca juga: Simulasi Daihatsu Soal Program Mobil Rakyat

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Agoez Bandz Official 2 (@agoezbandz4)

 

Bapak dan ibu tersebut cuma tersenggol dan tidak mengalami luka serius. Anak muda yang menabrak terjatuh, tapi tertolong karena pakai helm.

Kejadian menariknya ialah setelah bangun dari posisi terjatuh, anak muda tersebut tidak marah-marah, tetapi langsung cium tangan atau sungkem kepada bapak yang mengendarai motor tersebut.

Kejadian ini pun mengundang banyak reaksi netizen. Mayoritas tidak lagi melihat siapa yang salah atau benar kejatian tersebut, tapi melihat adab anak muda itu.

Terlepas dari cium tangan, kejadian sepert ini sering terjadi. Senggolan antara sesama pengendara motor terjadi karena salah satunya putar balik dan lainnya ngebut tanpa perhitungan yang tepat.

Baca juga: Honda Masih Tunggu Aturan Mobil Rakyat, Mobilio dan Brio Satya Masuk Kategori

Fasilitas AHM Safety Riding dan Training Center di Bandung.astra-honda.com Fasilitas AHM Safety Riding dan Training Center di Bandung.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, sebagian besar kecelakaan terjadi karena pengendara motor kurang antisipasi terhadap kondisi jalan.

“Pola pikir saat di jalan raya ini lebih penting daripada keterampilan mengemudi atau berkendara dalam menentukan keselamatan di jalan,” ucap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Menurut Jusri, setidaknya ada 8 pola pikir salah yang lazim ditemui pada pengguna jalan, yakni:

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.