Simulasi Daihatsu soal Program Mobil Rakyat

Kompas.com - 14/01/2022, 08:31 WIB
Daihatsu All New Xenia KOMPAS.com/STANLY RAVELDaihatsu All New Xenia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu sempat membahas skema baru pada industri otomotif dengan menghadirkan konsep mobil rakyat.

Melalui konsep tersebut, nantinya mobil yang memenuhi syarat, salah satunya harga jual tak lebih dari Rp 240 juta, dan memiliki local purchase 80 persen, akan dibebaskan dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Namun, sampai saat ini konsep tersebut masih sekadar wacana. Padahal, banyak agen pemegang merek (APM) yang menantikan implementasinya, apalagi kelanjutan diskon PPnBM juga tak ada kepastian.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjadi salah satu yang menanti kejelasan terkait program mobil rakyat. Karena bila direalisasikan, bakal memberikan dampak yang positif.

Baca juga: Klaim Daihatsu soal Performa Penjualan All New Xenia

"Mengutip dari Gaikindo, pasar otomotif tahun ini diprediksi bisa mencapai 900.000 unit. Kami di Daihatsu juga sudah coba membuat beberapa simulasi dengan mempertimbangkan kira-kira kapan mobil rakyat akan disetujui," ucap Budi Mahendra, Marketing and Product Planning Division Head PT ADM, dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (13/1/2022).

Daihatsu SigraADM Daihatsu Sigra

Lebih lanjut Budi memaparkan simulasi konsep penerapan mobil rakyat, lengkap dengan estimasi pengaruhnya bagi penjualan mobil pada 2022 melalui tiga pendekatan.

Pertama, pendekatan secara optimistis, yakni dengan asumsi program mobil rakyat bisa dilaksanakan atau mulai berlangsung pada Februari 2022.

Melalui pendekatan ini, pasar otomotif bisa mencapai 900.000 unit yang sama dengan target Gaikindo.

Kedua, pendekatan yang lebih moderat, dengan asumsikan program tersebut diberlakukan pertengahan tahun atau Juni 2022. Berdasarkan perkiraan tersebut, Budi mengatakan, pasar akan sedikit turun, yakni 850.000 unit.

Baca juga: Kabar Baru Soal Nasib Kelanjutan Diskon PPnBM

"Terakhir pendekatan pesimis dengan asumsi bila program itu tidak berjalan sehingga pasar otomotif akan turun sekitar 7 persen dari tahun lalu, atau mencapai 800.000 unit saja di 2022," kata Budi.

Komparasi LCGC antara Toyota Agya dan Daihatsu AylaKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Komparasi LCGC antara Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.