Kompas.com - 11/01/2022, 07:42 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak merupakan buah hati yang kerap dimanjakan orang tuanya. Tapi, menjaga keselamatan sang anak adalah prioritas utama.

Saat bekendara di jalan raya atau jalan sekitar komplek perumahan, kadang kita temui orang tua, baik ayah atau ibu yang sedang mengemudi sambil memangku anak balita.

Alih-alih membuat anak nyaman, tanpa disadari ini adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi anak dan pengemudi. Tak jarang anak yang dipangku masih terlalu kecil dan belum mengerti fungsi dari kemudi.

Banyak kejadian di mana anak memegang erat kemudi dan orang tua kesulitan melepas pegangan si anak padahal kemudi harus diputar untuk menghindari tabrakan dan kendaraan lain.

Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Motor Matik Ganti Oli

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, menempatkan anak duduk di bagian depan sama saja dengan menantang bahaya.

“Karena bila orang tuanya tidak menggunakan safety belt, (ketika rem mendadak) maka anak akan menjadi air bag atau terhimpit antara orang tua dan dashboard kemudi. Bila orang tua pakai safety belt maka anak bisa terlempar mengenai dashboard atau setir,” ucap Marcell saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/10/2022).

Marcell melanjutkan, akan lebih berbahaya lagi bila mobil dilengkapi dengan air bag. Sebab, anak bisa saja tertekan airbag yang keluar apabila mobil mengalami benturan.

Car Seatreviewsletter.com Car Seat

Sementara itu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menambahkan, untuk anak-anak yang kakinya belum bisa mencapai dasar kabin wajib ditempatkan di second row.

Selain itu, mereka juga harus menggunakan tempat duduk tambahan seperti booster seat atau baby seat, sebab seat belt dewasa dinilai belum bisa mengakomodir keselamatan anak kecil ketika terjadi pengereman tiba-tiba.

“Di negara maju, hal ini adalah kewajiban, bayi atau anak kecil tidak boleh dipangku atau duduk di kursi penumpang depan, ada aturannya, yang melanggar bisa kena tilang,” ucap Jusri.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Kursi Bayi buat di Mobil

Jusri menjelaskan, tempat duduk bayi pun berbagai macam. Pada dasarnya dikelompokkan tergantung usia anak tersebut, ada infant car seat, convertible car seat, booster seat, dan all in one cas seat.

Dalam peletakannya pun berbeda, ada yang menghadap ke depan dan ke belakang tergantung dari umur. Jika masih bayi yang ditaruh semacam keranjang (infant car seat) menghadap ke belakang sampai umur kira-kira dua tahun.

“Tujuannya menghadap ke belakang kalau ada benturan dari depan dan misalkan ada serpihan dari kaca yang sering terpecah kemana-mana, dengan membelakangi seperti ini maka relatif lebih aman,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.