Kompas.com - 06/01/2022, 08:07 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Tayangan video diunggah akun Instagram Romansa Sopir Truck memperlihatkan aksi dua orang yang sedang mencuri ban serep truk. Berdasarkan keterangan, kejadian tersebut terjadi di rest area 102 Tol Cipali, pada Rabu (05/01/2022).

Terkait soal pencurian ban truk, Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY mengatakan, ban serep merupakan salah satu komponen di truk yang paling mudah dicuri selain aki dan dinamo.

“Modusnya kalau tidak di jalan tol, di rest area, bahkan bisa juga dilakukan di warung tempat truk beristirahat,” ucap Bambang belum lama ini kepada Kompas.com.

Baca juga: Kampas Kopling Skutik Bisa Aus karena Kebiasaan Ini

Aksi pencurian ban truk ini biasa dilakukan pada saat kendaraan gelap atau malam hari. Namun, jika melihat dari video tersebut, aksi pencurian di pagi hari dilakukan karena memang sudah kepepet.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Romansa Sopir Truck (@romansasopirtruck)

Menurut bambang, para pencuri ban serep ini tidak sembarangan memilih mangsa. Mereka mengetahui mana ban serep yang kondisinya masih bagus, belum tertusuk atau yanh kawatnya utuh sehingga masih bisa dijual.

Ban truk, sekalipun yang serep masih ada harganya. Casing ban yang sudah botak pun masih bisa dijual dengan harga Rp 300.000 sampai Rp 500.000 karena masih bisa divulkanisir,” kata dia.

Baca juga: Jangan Salah, Begini Etika Putar Balik yang Benar

Maka dari itu, Bambang menyarankan pengemudi sebaiknya menambah gembok agar bisa mencegah dan menyulitkan gerak pelaku pencurian ban serep.

Selain itu, pemilihan tempat parkir juga bisa menjadi solusi mencegah pencurian ban serep truk. Misalnya di dalam rest area jalan tol, biasanya tidak ada kasus pencurian ban serep.

“Seringnya itu (pencurian ban serep) di jalan masuk atau keluar rest area atau truk yang parkirnya sembarangan di pinggir jalan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.